Senin 29 Jun 2020 20:29 WIB

Kecamatan Tebet Siap Terapkan Larangan Kantong Plastik

Larangan penggunaan kantong plastik sekali pakai berlaku mulai 1 Juli 2020

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih
Sejumlah warga berbelanja menggunakan kantong plastik di Pasar Minggu, Jakarta, Jumat (10/1). Larangan penggunaan kantong plastik sekali pakai berlaku mulai 1 Juli 2020. Ilustrasi.
Foto: Thoudy Badai_Republika
Sejumlah warga berbelanja menggunakan kantong plastik di Pasar Minggu, Jakarta, Jumat (10/1). Larangan penggunaan kantong plastik sekali pakai berlaku mulai 1 Juli 2020. Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan menyatakan kesiapannya untuk menerapkan kebijakan larangan penggunaan kantong plastik sekali pakai mulai 1 Juli 2020. Pernyataan ini disampaikan Camat Tebet Dyan Airlangga.

"Sosialisasi terus kita lakukan hingga saat ini, tinggal eksekusi di lapangan per tanggal 1 Juli," katanya saat dihubungi Antara di Jakarta, Senin.

Baca Juga

Dyan menyebutkan, sosialisasi larangan kantong plastik di wilayah Tebet sempat teralihkan karena adanya pandemi Covid-19. Namun, hari-hari menjelang penerapan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 142 Tahun 2019 tentang Kewajiban Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan pada Pusat Perbelanjaan, Toko Swalayan, dan Pasar Rakyat sosialisasi kembali dilakukan secara masif.

Jakarta Selatan khususnya Kecamatan Tebet sudah melakukan sosialisasi gerakan penggunaan kantong belanja ramah lingkungan sejak Januari 2020. Bahkan pada Januari 2020, Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Insawa Adji telah menunjuk Pasar Tebet Barat dan Pasar Tebet Timur sebagai percontohan penerapan pengurangan kantong plastik sekali pakai.

 

"Beberapa minimarket, tempat perbelanjaan, swalayan, dan pasar rakyat sudah ada yang memasang spanduk tentang kebijakan baru ini," kata Dyan.

Dia memastikan kebijakan larangan kantong plastik akan diberlakukan per 1 Juli 2020. Tapi penerapan masih dalam tahap penyesuaian, tidak serta merta langsung ada sanksi bagi yang tidak menerapkan.

Menurutnya, sanksi akan diberlakukan secara tegas seperti penerapan sanksi dalam Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) setelah berjalan selama beberapa pekan. "Sanksi nanti akan diberlakukan tegas apabila sudah ada petunjuk pelaksana (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) dari kebijakan ini. Misalnya di satu pasar ini sudah ditetapkan tidak boleh ada lagi kantong plastik, maka di situ sanksi otomatis berlaku," kata Dyan.

Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Isnawa Adji melalui akun media sosial Instagram miliknya aktif mensosialisasikan kebijakan penggunaan kantong belanja ramah lingkungan. Dua foto diunggahnya di Instagram resmi miliknya dengan keterangan foto mengajak masyarakat untuk memviralkan gerakan Tanpa Kantong Plastik (kresek).

"Ayo mulai sekarang bawa kantong belanja ramah lingkungan, jangan minta kantong plastik kresek lagi pas belanja. Jadi kita tidak ikut nambah sampah plastik lagi, nyok kita bantu pasukan oranye dan rekan-rekan yang peduli masalah lingkungan," tulis Insawa di akun sosial medianya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement