Thursday, 25 Zulqaidah 1441 / 16 July 2020

Thursday, 25 Zulqaidah 1441 / 16 July 2020

Jangan Sekali-Kali Berbohong atas Nama Rasulullah SAW

Senin 29 Jun 2020 17:19 WIB

Rep: Imas Damayanti/ Red: Muhammad Hafil

Jangan Sekali-Kali Berbohong atas Nama Rasulullah SAW. Foto: Rasulullah SAW (ilustrasi)

Jangan Sekali-Kali Berbohong atas Nama Rasulullah SAW. Foto: Rasulullah SAW (ilustrasi)

Foto: Republika/Kurnia Fakhrini
Ada konsekuensi bagi yang berbohong atas nama Rasulullah SAW.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Berbohong dalam Islam tentu saja dilarang. Selain tindakan tersebut merupakan hal yang tercela, dampak dari perbuatan itu pun juga ada. Apalagi, jika seseorang berbohong atas nama Nabi, tentu terdapat konsekuensi hukumnya tersendiri di sisi Allah.

Baca Juga

Dalam kitab Shahih Muslim disebutkan sebuah hadis shahih berbunyi: “Man kadzaba alayya muta’ammidan falyatabawa’ maq’adahu minannari,”. Yang artinya: “Barangsiapa berdusta atas diriku secara sengaja, hendaklah dia bersiap-siap menempati tempatnya di neraka,”.

Dalam ilmu hadits, berbohong atas dengan menyandarkan kebohongannya kepada Rasulullah disebut sebagai hadis palsu (al hadits maudhu). Maka di dalam ilmu hadis pun terdapat berbagai sistem yang digunakan untuk menguji otensitas sebuah hadits.

Dengan adanya hadits Nabi tentang ancaman bagi orang yang berbohong dengan menyandarkan beliau itulah, Ahmad Amin dalam kitabnya berjudul Fajr Al-Islam mengemukakan bahwa pemalsuan hadis disinyalir telah ada di zaman Nabi. Untuk itu, segala upaya para ulama hadis untuk ‘memelihara’ hadis melalui sistem yang ketat pun dijalankan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA