Thursday, 25 Zulqaidah 1441 / 16 July 2020

Thursday, 25 Zulqaidah 1441 / 16 July 2020

Google Pajang Lanskap 'Subak', Warisan Budaya Dunia dari Bali!!

Senin 29 Jun 2020 14:18 WIB

Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id

Google Pajang Lanskap 'Subak', Warisan Budaya Dunia dari Bali!!. (FOTO: Unsplash/Lauren Edvalson)

Google Pajang Lanskap 'Subak', Warisan Budaya Dunia dari Bali!!. (FOTO: Unsplash/Lauren Edvalson)

Google Pajang Lanskap 'Subak', Warisan Budaya Dunia dari Bali!!

Warta Ekonomi.co.id, Bogor

Halaman utama Google menampilkan ilustrasi persawahan bertuliskan nama perusahaan itu, Senin (29/6/2020). Nah, ilustrasi itu merupakan peringatan penetapan warisan budaya dunia 'Subak' yang ada di Bali, Indonesia.

Subak merupakan organisasi milik masyarakat petani di Bali yang mengelola sistem irigasi sawah secara tradisional. Subak yang luasnya kurang lebih 20 ribu hektare itu terletak di lima kabupaten: Badung, Bangli, Buleleng, Gianyar, dan Tabanan.

"Subak bagi masyarakat Bali tak hanya sekadar sistem irigasi, tetapi juga konsep kehidupan bagi rakyat Bali sendiri. Subak merupakan gambaran langsung dari filososfi Tri Hita Karana," tulis Pemerintah Kabupaten Buleleng di laman resminya.

Baca Juga: Google Bakal Bayar Konten Berita Grup Media, Dimulai dari Negara . . . .

Baca Juga: Meninggal di Bali, Influencer Tajir Rusia Ini Nyaris Jatuh Miskin

Ilustrasi 'Subak' di Google Doodle, Senin (29/6/2020)

Tri Hita Karana sendiri terdiri dari kata Tri (tiga), Hita (kebahagiaan/kesejahteraan), dan Karana (penyebab); yang berarti 'tiga penyebab terciptanya kebahagiaan/kesejahteraan'. Tiga hal itu ialah:

1. Parahyangan: hubungan harmonis antara manusia dan Tuhan.

2. Pawongan: hubungan harmonis antara manusia dan sesama.

3. Palemahan: hubungan harmonis antara manusia dan alam/lingkungan.

Dalam sistem irigasi Subak, pembagian air menganut konsep 'adil dan merata'. Sudah begitu, para penganut metode Subak juga menentukan jenis padi dan waktu penanamannya bersama, yang berlandaskan filosofi Tri Hita Karana.

Nah, pemerintah Indonesia telah mengajukan permohonan agar Subak menjadi Warisan Budaya Dunia sekitar 2000-an. Pada akhirnya, 12 tahun kemudian, UNESCO menyetujui dan menetapkan Subak sebagai salah satu Warisan Budaya Dunia pada 29 Juni 2012.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA