Wednesday, 19 Muharram 1444 / 17 August 2022

Harga Rupa-rupa Sayuran di Ambon Merangkak Naik

Senin 29 Jun 2020 12:27 WIB

Red: Gilang Akbar Prambadi

Ilustrasi Sayuran

Ilustrasi Sayuran

Foto: Republika/Prayogi
Stok sayuran di Ambon diketahui mulai terbatas.

REPUBLIKA.CO.ID, AMBON - Harga berbagai jenis sayuran yang ditawarkan para pedagang di pasar tradisional Kota Ambon, Maluku, menjelang akhir bulan Juni 2020 mulai bergerak naik. Ini jika dibandingkan dengan dua hari sebelumnya karena stok mulai terbatas.

Hasil pantauan di Pasar Mardika, Batu merah, dan Pasar Lama di Ambon, Senin, para pedagang mematok harga sayur produksi petani lokal maupun yang didatangkan dari daerah lain lebih tinggi antara Rp6.000 hingga Rp10.000.

Jubaida, pedagang sayur di pasar Mardika ketika dikonfirmasi mengatakan, sayur wortel sekarang ini naik dari RpRp34.000 menjadi Rp40.000/Kg, begitu juga dengan sayur buncis yang naik hingga mencapai Rp40.000, dari sebelumnya Rp30.000/Kg.

"Kedua jenis sayur ini agak berkurang stoknya, kalau sayur buncis produksi lokal memang ada, hanya saja ibu-ibu senang membeli buncis yang datang dari luar," ujarnya, Senin (29/6).

Sedangkan untuk sayur kol masih normal Rp20.000/Kg, kentang Rp16.000/Kg, sawi putih Rp25.000/Kg.

Jubaida mengatakan, sayur produksi petani lokal sedikit bergerak naik. Contohnya bayam dan sawi naik dari Rp5.000 menjadi Rp6.000/ikat, sedangkan daun singkong, kangkung potong maupun kangkung cabut, dan melinjo, sayur paku, kacang panjang, rata-rata Rp5.000/ikat.

Untuk sayur buah seperti terung Rp5.000/empat buah, pare Rp12.000/empat buah, ketimun Rp10.000/empat buah kecil, tomat Rp16.000/Kg, labu siam Rp10.000/tiga buah.

Jully, pembeli yang ditemui seusai membeli dua ikat sayur kangkung mengatakan, pokoknya sayur masih murah dan muda didapat, hanya saja ada beberapa jenis sayuran yang selama ini di datangkan dari daerah lain sedikit bergerak naik, namun stok juga masih banyak.

"Mudah-mudahan patokan harga ini bisa terus bertahan, terutama harga-harga sayur produksi lokal mengingat di Ambon masih dilanda musim penghujan," katanya.

sumber : Antara
Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA