Thursday, 25 Zulqaidah 1441 / 16 July 2020

Thursday, 25 Zulqaidah 1441 / 16 July 2020

Israel Memasuki Gelombang Kedua Covid-19

Senin 29 Jun 2020 10:02 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Christiyaningsih

Israel telah memasuki gelombang kedua pandemi Covid-19. Ilustrasi.

Israel telah memasuki gelombang kedua pandemi Covid-19. Ilustrasi.

Foto: EPA-EFE/ABED AL HASHLAMOUN
Israel telah memasuki gelombang kedua pandemi Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM -- Israel telah memasuki gelombang kedua pandemi Covid-19. Menteri Kesehatan Yuli Edelstein mengatakan, pihaknya telah mengambil langkah-langkah baru untuk menghadapi gelombang kedua pandemi.

"Kami berada di awal gelombang kedua Covid-19. Kami harus memperkenalkan batasan baru. Pembatasan akan mencakup pertemuan, upacara pernikahan, dan tempat ibadah Yahudi," kata Edelstein.

Menurut data Kementerian Kesehatan Israel, terdapat 218 kasus positif infeksi virus corona dan satu orang meninggal dunia dalam 24 jam terakhir. Pada Kamis lalu, Israel melaporkan 668 kasus baru dalam 24 jam dan menjadi jumah harian tertinggi sejak 3 April.

Pihak berwenang Israel sejauh ini melaporkan 23.755 kasus infeksi virus corona dengan 318 kematian. Sementara itu, 17.074 pasien dinyatakan sembuh dari infeksi tersebut.

Virus corona pertama kali muncul di Wuhan, China, pada Desember 2019. Virus ini telah menyebar ke sedikitnya 188 negara dan wilayah. Amerika Serikat, Brasil, dan Rusia saat ini merupakan negara yang paling terpukul di dunia akibat pandemi virus corona.

Menurut data yang dikumpulkan oleh Johns Hopkins University, pandemi virus corona telah menewaskan lebih dari 500 ribu orang di seluruh dunia. Jumlah kasus infeksi Covid-19 yang dikonfirmasi secara global mencapai 10,1 juta dan lebih dari 5,1 juta pasien dinyatakan sembuh.

Baca Juga

https://www.aa.com.tr/en/latest-on-coronavirus-outbreak/israel-in-second-wave-of-coronavirus-health-minister/1893090

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA