Monday, 10 Muharram 1444 / 08 August 2022

Pekerja Kepala Sawit di Perbatasan Malaysia Tewas Membusuk

Senin 29 Jun 2020 09:18 WIB

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra

Tumpukan kelapa sawit di perkebunan (ilustrasi).

Tumpukan kelapa sawit di perkebunan (ilustrasi).

Foto: Antara/Yulius Satria Wijaya
Korban ditemukan dengan kondisi meninggal menggunakan baju dalam.

REPUBLIKA.CO.ID, PUTUSSIBAU -- Seorang pria karyawan perkebunan kelapa sawit, Kausar (32 tahun), di daerah perbatasan Indonesia-Malaysia, Kecamatan Puring Kencana, wilayah Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, ditemukan tewas di pinggir sungai di sekitar perumahan perusahaan tersebut.

"Korban ditemukan dengan kondisi meninggal dan membusuk menggunakan baju dalam dan tidak menggunakan celana di pinggir sungai dekat pondok permanen perusahaan sawit tepatnya di Desa Kantuk Asam, Kecamatan Puring Kencana," kata Kapolres Kapuas Hulu, melalui Kasat Reskrim Polres Kapuas Hulu, Iptu Siko di Putussibau, ibu kota Kabupaten Kapuas Hulu, Ahad (28/6).

Siko menjelaskan, penemuan mayat Kausar (korban) pada Ahad (28/6) pagi sekitar pukul 09.00 WIB, oleh orang tua angkat korban dengan kondisi menjadi mayat dan membusuk. Menurut dia, pencarian bermula ketika korban sudah tiga hari tidak pernah ke rumah orang tua angkatnya yang bernama Norhayati (40).

Sehingga orang tua korban tersebut mendatangi barak (perumahan perusahaan) PT Sawit Kapuas Kencana untuk menanyakan keberadaan korban." Jadi hari Sabtu (27/6) itu orang tua angkat korban datang ke barak menanyakan keberadaan korban, karena biasanya setiap hari korban selalu datang ke rumah orang tua angkatnya, namun orang-orang di barak juga sudah tiga hari tidak melihat korban," ucap Siko.

Sehingga keesokan harinya, Ahad, orang tua korban bersama sejumlah warga mencari korban dengan menelusuri sungai yang berada diantara barak Divisi II dan Pondok Permanen. Saat pencarian tercium aroma busuk, ketika ditelusuri ternyata itu mayat korban yang sudah membusuk.

Atas penemuan mayat tersebut pihak keluarga melaporkan kepada satpam perusahaan, yang kemudian dilaporkan ke petugas di Polsek Puring Kencana. "Setelah evakuasi mayat korban dilakukan visum dan diserahkan kepada pihak keluarga, sedangkan penyebab kematian masih menunggu hasil visum dan masih dalam penyelidikan," kata Siko.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA