Sunday, 14 Zulqaidah 1441 / 05 July 2020

Sunday, 14 Zulqaidah 1441 / 05 July 2020

Lulusan SMK Cepat Bekerja dengan Program 'Pernikahan Massal'

Senin 29 Jun 2020 06:16 WIB

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra

Siswa kelas XII program keahlian tata busana SMK (ilustrasi)

Siswa kelas XII program keahlian tata busana SMK (ilustrasi)

Foto: Antara/Maulana Surya
Saat ini kesempatan lulusan SMK langsung diterima kerja semakin besar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Ahmad Saufi mengatakan saat ini kesempatan lulusan SMK langsung diterima kerja semakin besar dikarenakan adanya program 'pernikahan massal' antara pendidikan vokasi dan industri. "Program ini yang semakin memperkuat kemitraan antara pendidikan vokasi dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI)," ujar Saufi dalam keterangannya di Jakarta, Ahad (28/6).

Dia menjelaskan, Direktorat Kemitraan dan Penyelarasan DUDI Kemendikbud mempunyai tugas yakni menjodohkan pendidikan vokasi dengan dunia usaha dan dunia industri. "Kami akan banyak berinteraksi dengan pelaku industri, termasuk mengenalkan potensi-potensi yang dimiliki oleh pendidikan vokasi sehingga mereka percaya akan kemampuan lulusan vokasi," jelas Saufi pada sesi bincang-bincang dengan tema 'Lulusan SMK Jangan Takut Nggak Dapat Kerja' pada Sabtu (27/6).

Untuk jenjang SMK, Direktorat Kemitraan dan Penyelarasan DUDI pada 2020 memberikan perhatian khusus bagi peningkatan kapasitas dan kompetensi guru serta kepala sekolah. Pelatihan bagi guru dilakukan melalui program up-skilling dan re-skilling Guru Kejuruan SMK berstandar industri. Sedangkan bagi kepala sekolah, terdapat Program Diklat CEO untuk meningkatkan kapasitas manajerial kepala SMK khususnya dalam kepemimpinan kewirausahaan.

Fokus Kemendikbud pada pengembangan pendidikan vokasi sendiri adalah di empat bidang prioritas, yakni pemesinan dan konstruksi, hospitality, ekonomi kreatif, dan care service (layanan perawatan).

Saufi menambahkan industri juga diberi keterlibatan besar dalam proses pembelajaran di SMK. Pihaknya telah membentuk Forum Pengarah Vokasi (FPV) yang beranggotakan para pelaku usaha, komunitas industri, dan stakeholder terkait lainnya. FPV akan dilibatkan mulai dari penyusunan kurikulum, hingga perekrutan lulusan.

"Melalui pendekatan ini artinya kita sudah menggandeng langsung para pelaku usaha. Bahkan kita juga memperoleh daftar calon tempat kerja bagi para lulusan beserta kriteria yang dibutuhkan DUDI. Berikutnya, kita menyusun strategi untuk menyiapkan lulusan yang kompeten secara teknis maupun nonteknis," jelas dia.

Selaras dengan konsep Merdeka Belajar yang digagas oleh Kemendikbud, para siswa SMK kini memiliki peluang untuk mengembangkan dan menyalurkan passion atau rencananya. Siswa SMK dapat memadukan pembelajaran yang didapatkan di sekolah dengan pengalaman di luar sekolah untuk memperkaya kemampuan nonteknis. Menurut Saufi, kemampuan berkomunikasi menjadi salah satu kemampuan teknis yang wajib dimiliki oleh setiap lulusan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA