Wednesday, 17 Zulqaidah 1441 / 08 July 2020

Wednesday, 17 Zulqaidah 1441 / 08 July 2020

Cara Mengobati Hati yang Gelisah

Senin 29 Jun 2020 04:38 WIB

Red: Muhammad Hafil

Cara Mengobati Hati yang Gelisah. Foto: Berdoa (Ilustrasi)

Cara Mengobati Hati yang Gelisah. Foto: Berdoa (Ilustrasi)

Foto: Republika/Thoudy Badai
Ibnu Qayyim menjelaskan 15 cara mengobati hati yang gelisah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dalam Kitab Ath Thibb An Nabawi karya Ibnu Qayyim Al Jauziah dan diringkas oleh oleh Abu Syuhaib Al Karimi, disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW ketika tertimpa kesulitan biasa berdoa:

"Tidak ada yang berhak diibadahi secara benar melainkan Allah yang Maha Agung dan Maha Lembut. Tidak ada yang berhak diibadahi secara benar melainkan Allah, Rabb dari Arsy yang agung. Tidak ada yang berhak diibadahi secara benar melainkan Allah, Rabb dari langit yang tujuh, Rabb dari bumi serta Rabb dari Arsy yang mulia." (HR Bukhari-Muslim).

Dalam sabda lainnya, Nabi Muhammad berkata, "Doa Dzun Nuun (Nabi Yunus) saat masih berada  dalam perut ikan paus adalah:

لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّى كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

"Laa Ilaaha Illa Anta Subhaanaka Innii Kuntu Minazh Zhaalimiin." Yang artinya, "Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Maha Suci Engkau, Sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim." (HR Tirmidzi)

Dalam penjelasannya, masih dalam hadits Nabi Muhammad tersebut, setiap orang yang berdoa dengan doa tersebut, pasti akan dikabulkan.

Berikut ini 15 jenis obat hati yang gundah dan sedih, menurut Ibnu Qayyim:

Pertama, dengan tauhid Rububiyyah.

Kedua, dengan tauhid Uluhiyyah.

Ketiga, dengan tauhid ilmiy dan Itiqadiy (keyakinan tauhid secara  ilmiah dan imani).

Keempat, dengan menyucikan Allah dari keyakinan bahwa Allah menzhalimi hamba-hambanya.

Kelima, dengan pengakuan dari seorang hamba bahwa dirinya telah berbuat zhalim.

Keenam, dengan tawassul kepada Allah dengan hal yang paling disukaiNya, yakni melalui asma dan sifatNya.

Ketujuh, dengan memohon pertolongan kepada Allah semata.

Kedelapan, dengan pengakuan seorang hamba kepada Allah melalui harapan kepadaNya.

Kesembilan, merealisasikan tawakal, penyerahan diri kepada Allah.

Kesepuluh, menenangkan jiwanya dalam taman Alquran.

Kesebelas, beristighfar.

Keduabelas, bertaubat.

Ketigabelas, berjihad.

keempatbelas, melaksanakan shalat.

Kelimabelas, berlepas diri dari segala daya dan kekuatan, dan hanya menyerahkan keduanya kepada Allah, yang di tanganNya segala bentuk daya dan kekuatan.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA