Monday, 22 Zulqaidah 1441 / 13 July 2020

Monday, 22 Zulqaidah 1441 / 13 July 2020

Penggalangan Dana Global Kumpulkan 6,9 Miliar Dolar AS 

Ahad 28 Jun 2020 19:18 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Friska Yolandha

Vaksin (ilustrasi)

Vaksin (ilustrasi)

Foto: AP Photo/LM Otero
Partisipan penggalangan dana menekankan pentingnya penyediaan vaksin.

REPUBLIKA.CO.ID, BRUSSELS -- Penggalangan dana untuk penanggulangan virus corona di seluruh dunia berhasil mengumpulkan 6,9 miliar dolar AS. Banyak partisipan menekankan pentingnya menyediakan vaksin untuk semua orang yang membutuhkan. 

Baca Juga

Acara penggalangan dana ini adalah inisiatif bersama eksekutif Uni Eropa dan organisasi non-profit Global Citizen. Acara ini disiarkan di televisi dan menampilkan sejumlah bintang terkenal seperti Miley Cyrus, Justin Bieber, Shakira, Chloe X Halle, Usher dan lain-lain. 

Komisi Eropa bersama Bank Investasi Eropa menyumpang 5,5 miliar dolar AS, AS 545 juta dolar AS, Jerman 383 juta euro, Kanada 219 dolar AS dan Qatar 10 juta dolar AS. Empat puluh pemerintah terlibat dalam acara itu. 

Uang yang berhasil dikumpulkan akan digunakan untuk tes, pengobatan dan pengembangan Covid-19. Serta membantu negara-negara paling miskin dan masyarakat yang terpinggirkan. Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan sangat penting semua orang mendapat akses ke vaksin. 

"Saya mencoba menyakinkan negara-negara berpendapatan tinggi untuk tidak hanya mencadangkan vaksin untuk diri mereka sendiri tapi juga untuk negara-negara berpendapatan menengah dan rendah, ini menjadi ujian bagi solidaritas," kata Leyen, Ahad (28/6).    

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengamini pernyataan Leyen. "Jika dan ketika vaksin yang efektif telah ditemukan, maka kami sebagai pemimpin dunia memiliki tugas moral untuk memastikan vaksin tersedia bagi semua orang," katanya.

Presiden Prancis Emmanuel Macron bersikeras agar upaya menemukan vaksin dilakukan bersama-sama. "Mari tolak orang yang mengedepankan dirinya sendiri, mari teruskan gerak maju bersama-sama," kata Macron.  

Italia sebagai salah satu negara yang paling terdampak pandemi menyetujui pandangan itu. Uni Eropa sangat menekankan kerja sama dalam upaya mengendalikan dan mengakhiri pandemi. Sangat berbeda dengan Amerika dan China yang fokus pada inisiatif nasional masing-masing.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA