Thursday, 25 Zulqaidah 1441 / 16 July 2020

Thursday, 25 Zulqaidah 1441 / 16 July 2020

Sejumlah Pekerjaan Nabi Muhammad Sebelum Menerima Wahyu

Ahad 28 Jun 2020 17:53 WIB

Red: Muhammad Hafil

Sejumlah Pekerjaan Nabi Muhammad Sebelum Menerima Wahyu. Foto: Rasulullah SAW (ilustrasi)

Sejumlah Pekerjaan Nabi Muhammad Sebelum Menerima Wahyu. Foto: Rasulullah SAW (ilustrasi)

Foto: republika
Nabi Muhammad memiliki sejumlah pekerjaan sebelum diangkat menjadi Rasul.

REPUBLIKA.CO.ID,  MAKKAH -- Syekh Shafiyyurrahman al Mubarakfuri, dalam bukunya yang berjudul Perjalanan Hidup Rasul yang Agung Muhammad SAW, menuliskan, pada permulaan masa mudanya, Nabi Muhammad memiliki sejumlah pekerjaan. Pekerjaan yang disebutkan ini terbatas sebelum beliau SAW diangkat menjadi Nabi.

Syekh Shafiyyurahman mengutip kitab Mukhtashar Siratul Rasul karya Ibnu Hisyam, disebutkan sejumlah riwayat bahwa pekerjaan Nabi kala mudanya adalah sebagai penggembala kambing. Beliau menggembalakan kambing di perkampungan Bani Saad.

Ada riwayat juga yang menyebutkan bahwa beliau menggembalakan kambing milik penduduk Kota Makkah dengan upah harian. Jumlahnya yaitu sebesar beberapa qirath. Hal ini sebagaimana diriwayatkan oleh hadist Shahih Bukhari.

Selain itu, juga disebutkan bahwa ketika berusia 24 tahun, beliau pergi berdagang ke negeri Syam. Adapun modalnya berasal dari Khadijah.

Masih dalam keterangan di kitab Mukhtashar Siratul Rasul, disebutkan Khadijah binti Khuwalid adalah seorang saudagar wanita keturunan bangsawan dan kaya raya. Dia mempekerjakan tenaga laki-laki dan melakukan sistem bagi hasil terhadap harta (modal) tersebut sebagai keuntungan untuk mereka nantinya.

Kabilah Quraisy dikenal sebagai kaum pedagang yang handal. Tatkala sampai ke telinga Khadijah perihal kejujuran bicara, amanah, dan akhlak Nabi Muhammad yang mulia, dia mengutus seseorang untuk menemuinya dan menawarkan kepadanya memperdagangkan harta miliknya tersebut ke negeri Syam dengan imbalan yang paling istimewa yang tidak pernah diberikan kepada pedagang lainnya. Dengan didampingi seorang budak laki-laki milik Khadijah yang bernama Maisarah.

Beliau menerima tawaran tersebut dan berangkat dengan dagangan Khadijah bersama budak tersebut hingga sampai di negeri Syam.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA