Saturday, 25 Zulhijjah 1441 / 15 August 2020

Saturday, 25 Zulhijjah 1441 / 15 August 2020

Mentan Salut Petani Milenial Kembangkan Pertanian Organik

Sabtu 27 Jun 2020 20:47 WIB

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Fuji Pratiwi

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (depan) berdialog dengan Ketua Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Citra Muda Getasan, Sofyan Adi Cahyono di sela meninjau kebun Sayuran Organik Merbabu (SOM) di Dusun Sidomukti, Desa Kopeng, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Sabtu (27/6). Mentan ingin polsa budidaya SOM dikembangkan di daerah lain guna memperkuat perekonomian nasional dari sektor pertanian.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (depan) berdialog dengan Ketua Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Citra Muda Getasan, Sofyan Adi Cahyono di sela meninjau kebun Sayuran Organik Merbabu (SOM) di Dusun Sidomukti, Desa Kopeng, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Sabtu (27/6). Mentan ingin polsa budidaya SOM dikembangkan di daerah lain guna memperkuat perekonomian nasional dari sektor pertanian.

Foto: Republika/bowo pribadi
Potensi pengembangan sektor pertanian masih besar.

REPUBLIKA.CO.ID, UNGARAN -- Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengaku salut dengan petani milenial di perkebunan sayur organik Merbabu (SOM). Hal itu menunjukkan potensi sektor pertanian masih sangat besar.

Budidaya SOM berada di Dusun Sidomukti, Desa Kopeng, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah yang dikelola kelompok tani milenial Citra Muda Getasan. Budidaya pertanian di sana ditangani sendiri oleh petani yang berusia 19 hingga 30 tahun.

Tak hanya dalam hal budidaya, kelompok tani ini juga merambah startup dan memanfaatkan pasar daring guna menunjang pemasaran hasil produksi sayuran organik mereka. "Saya salut anak-anak muda buat ini di Kabupaten Semarang," ujar Syahrul di sela-sela kunjungan ke kebun SOM Kopeng, Sabtu (27/6).

Besarnya potensi pengembangan usaha pertanian di masa pandemi Covid-19, menjadi alasan Syahrul untuk mengembangkan pola usaha yang dilakukan oleh Sofyan Adi Cahyono (25 tahun) dan kawan-kawannya.

Syahrul mengatakan, kunjungannya kali ini merupakan kegitan social engineering agriculture untuk melihat langsung semangatkah para petani memperkuat sektor pangan di pandemi Covid-19 melanda. "Dan ternyata, di Kabupaten Semarang ini ada komoditas sayuran organik yang panen umur 10 hari, satu bulan, 100 hari. Tidak ada hari tanpa panen," ujar Syahrul.

Menurut Syahrul, hal ini menunjukkan prospek sektor pertanian cukup besar. Hal itu juga membuatnya tertarik menduplikasi pola budidaya SOM ke semua daerah dengan kontur tanah dan agroklimat seperti yang ada di Kabupaten Semarang tersebut.

Dengan harapan perluasan petani dari kalangan atau komunitas milenial bisa mendukung sektor pertanian lebih produktif lagi. Apalagi dalam menjawab tantangan-tantangan akibat Covid-19 ke depan.

Baca Juga

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA