Wednesday, 22 Zulhijjah 1441 / 12 August 2020

Wednesday, 22 Zulhijjah 1441 / 12 August 2020

Israel Lancarkan Serangan Udara ke Jalur Gaza

Sabtu 27 Jun 2020 16:30 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Dwi Murdaningsih

Para pengunjuk rasa Palestina berdoa di jalan selama demonstrasi menentang rencana Israel untuk mencaplok bagian-bagian Tepi Barat yang diduduki di desa Hares dekat kota Salfit di Tepi Barat utara, 26 Juni 2020. Pemerintah Israel dilaporkan bersiap-siap untuk mencaplok bagian-bagian Barat. Bank yang pertama kali dikuasai IDF dalam Perang Enam Hari 1967. Aneksasi hingga 30 persen dari wilayah Palestina yang diduduki, dianggap ilegal berdasarkan hukum internasional yang masih ada, akan memenuhi janji kampanye yang dijanjikan oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu selama pemilihan umum baru-baru ini. Langkah ini mendapat dukungan penuh dari pemerintahan Presiden AS Donald Trump yang menyatakan dukungannya untuk itu kembali pada bulan Januari tetapi sangat ditolak oleh sebagian besar aktor di wilayah bergolak tersebut.

Para pengunjuk rasa Palestina berdoa di jalan selama demonstrasi menentang rencana Israel untuk mencaplok bagian-bagian Tepi Barat yang diduduki di desa Hares dekat kota Salfit di Tepi Barat utara, 26 Juni 2020. Pemerintah Israel dilaporkan bersiap-siap untuk mencaplok bagian-bagian Barat. Bank yang pertama kali dikuasai IDF dalam Perang Enam Hari 1967. Aneksasi hingga 30 persen dari wilayah Palestina yang diduduki, dianggap ilegal berdasarkan hukum internasional yang masih ada, akan memenuhi janji kampanye yang dijanjikan oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu selama pemilihan umum baru-baru ini. Langkah ini mendapat dukungan penuh dari pemerintahan Presiden AS Donald Trump yang menyatakan dukungannya untuk itu kembali pada bulan Januari tetapi sangat ditolak oleh sebagian besar aktor di wilayah bergolak tersebut.

Foto: EPA-EFE/ALAA BADARNEH
Israel berencana mencaplok sebagian wilayah Tepi Barat pada 1 Juli mendatang.

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA — Militer Israel melancarkan serangan udara ke Jalur Gaza pada Jumat (26/6). Aksi itu dilakukan setelah terdapat dua roket yang ditembakan dari wilayah yang diblokade tersebut.

Militer Israel mengungkapkan warga Palestina di Gaza menembakkan dua roket pada Jumat malam. Satu roket mendarat di area terbuka di wilayah Sha’ar Hanegev. Sementara roket lainnya tak melewati wilayah perbatasan dan jatuh di dalam Gaza.  Israel pun segera membalas serangan tersebut.

Baca Juga

“Selama serangan, tempat pembuatan roket dan fasilitas perakitan senjata milik organisasi teror Hamas dihantam. Serangan ini akan menghambat kemampuan organisasi teror Hamas di masa mendatang,” kata Israel Defence Forces (IDF), dikutip laman Times of Israel.

IDF mengatakan Hamas akan bertanggung jawab atas semua serangan yang berasal dari Gaza. Hamas harus menanggung seluruh konsekuensi dan akibatnya.

Merespons hal tersebut, Hamas mengatakan tekadnya semakin kuat untuk melawan rencana pencaplokan Tepi Barat oleh Israel. “Agresi Israel terhadap Jalur Gaza malam ini adalah perpanjangan dari agresi terhadap Palestina di Yerusalem dan Tepi Barat. Itu hanya akan meningkatkan tekad kami untuk berurusan dengan rencana aneksasi Tepi Barat,” kata Hamas dalam sebuah pernyataan.

Sebelumnya Hamas mengatakan rencana Israel mencaplok sebagian wilayah Tepi Barat merupakan deklarasi perang.  “Perlawanan (Hamas) menganggap keputusan ini (pencaplokan Tepi Barat) sebagai deklarasi perang terhadap rakyat Palestina,” kata juru bicara sayap militer Hamas, Brigade al-Din al-Qassam, Abu Obeida dalam sebuah pidato pada Kamis (25/6), dikutip laman Times of Israel.

Ia menegaskan akan membuat Israel menyesali keputusannya. Juru bicara Hamas Fawzi Barhoum menyambut pernyataan yang diutarakan Abu Obeida. Sama seperti Obeida, dia turut mengisyaratkan kesiapan untuk merespons pencaplokan Tepi Barat dengan aksi militer.

“Pernyataan ini adalah penegasan bahwa jika pendudukan (Israel) melanjutkan dengan kesalahan baru ini dalam mengimplementasikan rencana aneksasinya, tahap selanjutnya tidak akan menyerupai yang sebelumnya,” kata Barhoum.

Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz segera merespons ancaman Hamas. Dia menekankan bahwa Israel siap jika harus terlibat dalam konfrontasi.

“Saya sarankan mereka (Hamas) ingat bahwa mereka akan menjadi yang pertama untuk membayar segala agresi. IDF (Israel Defence Forces) adalah tentara terkuat di kawasan itu dan harga untuk setiap upaya melukai warga sipil Israel akan kuat dan menyakitkan,” ujar Gantz.

Israel berencana mencaplok sebagian wilayah Tepi Barat pada 1 Juli mendatang. Israel telah menyatakan tidak akan mengakui negara Palestina sebagai bagian dari rencana aneksasi tersebut.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA