Jumat 26 Jun 2020 23:55 WIB

BNN: Belitung Rawan Penyeludupan Peredaran Narkotika

BNN menilai Belitung sebagai daerah kepulauan mudah disusupi Narkotika

Upaya penindakan kasus penyelundupan narkoba (ilustrasi). Belitung rawan penyelundupan dan peredaran gelap narkotika karena menjadi daerah yang mudah diakses dari daerah lain sebagai destinasi wisata.
Foto: Bea Cukai
Upaya penindakan kasus penyelundupan narkoba (ilustrasi). Belitung rawan penyelundupan dan peredaran gelap narkotika karena menjadi daerah yang mudah diakses dari daerah lain sebagai destinasi wisata.

REPUBLIKA.CO.ID, BELITUNG -- Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dik Dik Kusnadi mengatakan daerahnya dikategorikan rawan penyelundupan dan peredaran gelap narkotika karena menjadi daerah yang mudah diakses dari daerah lain sebagai destinasi wisata.

Kusnadi di Tanjung Pandan, Jumat, mengatakan sebagai daerah Kepualuan dan destinasi wisata potensi peredaran gelap narkotika di Belitung cukup tinggi. "Belitung ini diam-diam menghanyutkan jadi waspada adalah langkah terpenting untuk saat ini," katanya.

Menurut dia, sebagai daerah Kepulauan, Belitung sangat memungkinkan dijadikan sarana, lalu lintas dan tempat persinggahan aktivitas penyelundupan narkotika.Ia mengatakan berdasarkan hasil dari pengungkapan kasus sebelumnya diketahui bahwa para penyelundup narkotika juga melalui ataupun melewati Belitung.

"Para pembawa barang itu mereka melalui Belitung dulu jadi harus diwaspasdai," ujarnya.

Dia menyebut potensi lainnya adalah masih banyak keberadaan pelabuhan-pelabuhan tikus yang luput dari pengawasan sehingga aktivitas penyelendupan narkotika mungkin terjadi."Makanya jalur-jalur tikus ini masih banyak, jadi di kalangan nelayan juga harus dibangun kesadarannya," katanya.

Untuk itu, ia mengajak masyarakat tidak diam dan berpangku tangan melainkan harus bersama-sama memerangi narkoba."Karena Belitung masih rawan peredaran gelap narkotika," ujarnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement