Monday, 22 Zulqaidah 1441 / 13 July 2020

Monday, 22 Zulqaidah 1441 / 13 July 2020

Pentingnya Pendidikan Syariah Sejak Dini

Jumat 26 Jun 2020 21:06 WIB

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Fuji Pratiwi

 Sutan Emir Hidayat Direktur Pendidikan dan Riset KNEKS.

Sutan Emir Hidayat Direktur Pendidikan dan Riset KNEKS.

Foto: Istimewa
KNEKS sedang mengidentifikasi strategi literasi keuangan syariah untuk semua usia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pendidikan ekonomi syariah sejak dini dinilai dapat menjadi titik keberhasilan pengembangan di masa depan. Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) mendorong agar kurikulum ekonomi syariah bisa diterapkan sedini mungkin, disesuaikan dengan usia pelajar.

Baca Juga

Direktur Pendidikan dan Riset KNEKS, Sutan Emir Hidayat menyampaikan, Indonesia harus menjadi pusat keuangan ekonomi syariah karena potensinya yang besar. Jumlah Muslim terbesar di dunia harus dimanfaatkan secara optimal.

"Dari sumber daya manusia tersebut, akan ada calon-calon pemimpin untuk pengembangan ekonomi syariah yang lebih maju di masa depan," kata Emir dalam Webinar Pendidikan Syariah Sejak Dini, Jumat (26/6).

Pendidikan sejak dini juga dapat menjadi solusi untuk peningkatan literasi dan inklusi ekonomi syariah di masa depan. Berdasarkan hasil survei OJK, literasi keuangan syariah hanya naik menjadi 8,9 persen pada 2019, dari 8,1 persen pada 2016.

Emir optimistis tingkat literasi dan inklusi akan meningkat seiring dengan tingginya upaya dari berbagai pihak. Pelajaran ekonomi syariah kini sudah masuk ke level SMA, yaitu di Silabus Kelas X mata pelajaran ekonomi meski masih berada di Sub BAB Kompetensi Dasar I dan sifatnya guru belum wajib mengajarkan.

Banyak juga SMK-SMK di Indonesia yang memiliki program terkait perbankan syariah, yaitu sebanyak 294 sekolah dan yang paling banyak di Jawa Barat dengan 99 Sekolah. Saat ini juga sudah cukup banyak seminar rutin terkait ekonomi syariah.

"Kami juga secara rutin menerbitkan buletin Insigt dan dua kumpulan kultum. Sya berharap para da’i bisa mengangkat ekonomi syariah dalam dakwahnya," kata Emir.

Ia juga menyebut strategi pengembangan materi edukasi untuk peningkatan literasi ekonomi dan keuangan syariah dari mulai umur enam tahun sampai lebih dari 55 tahun. KNEKS sedang mengidentifikasi implementasi strateginya.

KNEKS pun sedang melakukan survey untuk menjaring informasi terkait permainan edukasi ekonomi syariah sebagai media pembelajaran yang inovatif dan kreatif di Indonesia. Selain itu ada juga survei untuk menjaring informasi terkait media pembelajaran ekonomi dan keuangan syariah berbasis audio visual.

"Kami berharap KNEKS yang dimandatkan untuk mensinergikan semua kepentingan ekonomi dan keuangan syariah, kami ingin menciptakan sinergitas," kata Emir.

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA