Monday, 22 Zulqaidah 1441 / 13 July 2020

Monday, 22 Zulqaidah 1441 / 13 July 2020

Menteri ESDM Minta Dukungan Penyesuaian Harga Gas

Jumat 26 Jun 2020 18:42 WIB

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Fuji Pratiwi

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengharapkan dukungan dari semua pihak untuk terus mendorong implementasi kebijakan penyesuaian harga gas bumi.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengharapkan dukungan dari semua pihak untuk terus mendorong implementasi kebijakan penyesuaian harga gas bumi.

Foto: Republika/Abdan Syakura
Penyesuaian harga gas diharapkan memberikan dampak positif bagi negara.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengharapkan dukungan dari semua pihak untuk terus mendorong implementasi kebijakan penyesuaian harga gas bumi. Hal itu demi terciptanya percepatan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan daya saing industri nasional.

Baca Juga

Kebijakan penyesuaian harga gas ini, kata Arifin, diharapkan memberikan dampak positif bagi negara antara lain tambahan pajak dan dividen dari sektor industri. "Juga pengurangan pengeluaran pemerintah untuk subsidi pada sektor pupuk dan kelistrikan dan penyerapan tenaga kerja," ungkap Arifin, Jumat (26/6).

Hingga saat ini, total volume gas bumi yang telah mengalami penyesuaian harga, baik untuk industri tertentu maupun untuk kelistrikan mencapai 1.223,03 BBTUD.

Arifin menyampaikan, implementasi penyesuaian harga gas untuk industri tertentu telah dilakukan untuk volume sekitar 822,3 BBTUD. Jumlah tersebut terdiri dari 300 BBTUD sesuai Perjanjian Jual Beli Gas Bumi (PJBG) saat ini dan 476 BBTUD sesuai LoA yang telah ditandatangani, serta 46,3 BBTUD sesuai LoA yang ditandatangani pada hari ini.

Sementara untuk kelistrikan sampai hari ini telah diimplementasikan untuk 400,73 BBTUD gas bumi. Implementasi tersebut terdiri atas 102 BBTUD sesuai PJBG saat ini, 85 BBTUD sesuai LoA yang telah ditandatangani dan 213,73 BBTUD sesuai LoA yang ditandatangani hari ini.

Kepala SKK Migas Dwi Sutjipto mengatakan, dengan penandatanganan jual beli gas antara SKK Migas dengan sejumlah pembeli, pembeli di sektor industri maupun sektor kelistrikan, termasuk pelaku usaha industri hilir, diharapkan semakin mendapatkan kepastian pasokan gas sesuai volume yang ada di dalam kontrak. "Pembeli juga seharusnya meningkatkan serapan gas karena harga yang diberikan lebih rendah," kata Dwi.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA