Jumat 26 Jun 2020 17:00 WIB

Rumah Sakit New Delhi Kewalahan Tangani Pasien Covid-19

Pasien Covid-19 harus menunggu daftar tunggu untuk mendapat perawatan.

Rep: Dwina Agustin/ Red: Nur Aini
Pasien corona (Ilustrasi).
Foto: The Central Hospital of Wuhan via Weibo/Hando
Pasien corona (Ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI -- Rumah sakit yang dikelola pemerintah di ibu kota India, New Delhi, untuk perawatan Covid-19 kebanjiran pasien. Setiap yang masuk harus menunggu daftar tunggu dengan fasilitas yang sangat terbatas.

Perawatan Covid-19 justru berada di bangsal yang penuh sesak di rumah sakit umum. Kondisi itu dikhawatirkan akan membuat pasien menjadi lebih sakit daripada tinggal di rumah.

Baca Juga

Di bawah sistem perawatan kesehatan India, setiap orang harus dapat menerima perawatan gratis atau mendapatkan subsidi tergantung pada pendapatan. Namun, sistem ini secara kronis telah kekurangan dana, artinya rumah sakit pemerintah terlalu terbebani dan pasien seringkali harus menunggu berhari-hari, bahkan untuk perawatan dasar.

Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa pemerintah India membelanjakan 63 dolar AS per orang untuk perawatan kesehatan untuk 1,3 miliar orang pada 2016. Sebagai perbandingan, China membelanjakan 398 dolar AS untuk masing-masing 1,4 miliar orang pada 2016.

Dengan lebih dari 490.000 infeksi virus corona yang tercatat dan jumlah sebenarnya diyakini jauh lebih tinggi, sistem perawatan kesehatan India sedang menghadapi salah satu ujian terbesar. Sejauh ini rumah sakit masih memiliki kapasitas untuk menangani semua kasus, tetapi tanda-tanda kelelahan mulai muncul.

Di Rumah Sakit RML di New Delhi, sebuah fasilitas yang dikelola pemerintah yang menawarkan tes Covid-19 gratis, lusinan orang yang menunggu untuk mendaftar tes pada Jumat (26/6). Sedangkan, Rumah Sakit AIIMS New Delhi, lebih dari 600 staf telah terinfeksi virus tersebut.

Ketua persatuan RS, Dr. Srinivas Rajkumar T, menyalahkan protokol kebersihan dan sanitasi yang buruk. Salah satu yang dikritik adalah penanganan biohazard, penggunaan kembali masker wajah dan pelindung wajah.

Rumah sakit swasta umumnya menegakkan standar perawatan yang lebih tinggi, tetapi kebanyakan orang tidak mampu untuk mendapatkannya. Di Max, salah satu jaringan rumah sakit swasta terbesar di India, tarif harian untuk pengobatan virus corona berkisar dari sekitar 333 dolar AS untuk tempat tidur di bangsal umum, hingga 960 dolar AS untuk tempat tidur di ICU dengan ventilator.

Kepala komite pemerintah tentang kesiapsiagaan darurat medis, V.K. Paul, mengatakan, persepsi rumah sakit swasta yang lebih baik adalah generalisasi berlebihan. "Beberapa fasilitas perawatan Covid terbaik kami ada di sektor publik,” katanya. dwi

sumber : AP
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement