Monday, 22 Zulqaidah 1441 / 13 July 2020

Monday, 22 Zulqaidah 1441 / 13 July 2020

Kongo Kembali Umumkan Lepas dari Ebola

Jumat 26 Jun 2020 05:42 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Dwi Murdaningsih

Petugas medis ebola bekerja di pusat kesehatan di Beni, Kongo bagian Timur.

Petugas medis ebola bekerja di pusat kesehatan di Beni, Kongo bagian Timur.

Foto: AP Photo/Al-hadji Kudra Maliro
Wabah Ebola Kongo berakhir setelah hampir 2 tahun dan lebih dari 2.200 kematian.

REPUBLIKA.CO.ID,  KINSHASA -- Pemerintah Kongo mengumumkan, wabah Ebola terbesar kedua telah berakhir Kamis (25/6). Keberhasilan ini berkat vaksin dan perawatan yang efektif yang secara dramatis meningkatkan tingkat kelangsungan hidup. Wabah Ebola berakhir setelah hampir dua tahun dan lebih dari 2.200 kematian.

"Dibandingkan dengan wabah sebelumnya, yang terakhir ini adalah yang terpanjang, paling kompleks dan paling mematikan," ujar Menteri Kesehatan, Eteni Longondo.

Kongo telah menderita 11 kali wabah Ebola sejak virus ditemukan di dekat Sungai Ebola pada tahun 1976. Jumlah pengulangan infeksi ini lebih dari dua kali lipat negara lain.

Wabah ini ditemukan pada 3.463 kasus dikonfirmasi dan kemungkinan serta membuat 2.277 orang meninggal dunia. "Itu tidak mudah dan kadang-kadang sepertinya misi mustahil," kata direktur regional Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Afrika, Matshidiso Moeti.

Bahkan ketika para pejabat kesehatan merayakan akhir epidemi Ebola, ternyata infeksi itu muncul kembali. Kasus baru ini tidak terkait karena lebih dari 1.000 km jauhnya di kota barat Mbandaka. Wabah baru ini muncul kembali pada 1 Juni dan menyumbang hingga 24 kasus sejauh ini, termasuk 13 kematian.

Longondo mengharapkan penanganan di wilayah itu menjadi lebih mudah karena berada di bagian negara yang lebih stabil. Penyebaran akan lebih mudah dikendalikan ketimbang di mana epidemi sebelumnya pada 2018.

Wabah Ebola terbesar dalam sejarah terjadi di Afrika Barat dari 2013-2016. Peristiwa ini menewaskan lebih dari 11.300 orang di Guinea, Liberia, dan Sierra Leone.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA