Tuesday, 3 Rabiul Awwal 1442 / 20 October 2020

Tuesday, 3 Rabiul Awwal 1442 / 20 October 2020

Dubes Palestina: Israel Incar Tanah Subur Lewat Aneksasi

Jumat 26 Jun 2020 03:52 WIB

Red: Nur Aini

Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair Al-Shun memberikan paparan saat konferensi pers di Jakarta, Kamis (25/6). Konferensi pers itu bertajuk Menolak Aneksasi Israel atas Tanah Palestina di Tepi Barat. Republika/Putra M. Akbar

Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair Al-Shun memberikan paparan saat konferensi pers di Jakarta, Kamis (25/6). Konferensi pers itu bertajuk Menolak Aneksasi Israel atas Tanah Palestina di Tepi Barat. Republika/Putra M. Akbar

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Israel disebut ingin mengambil 30 persen Tanah Subur di Tepi Barat lewat aneksasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair al-Shun mengatakan bahwa Israel merencanakan aneksasi (pencaplokan wilayah secara ilegal) Tepi Barat Palestina untuk menyasar penguasaan terhadap tanah yang subur.

“Israel secara jeli ingin mengambil 30 persen tanah di Tepi Barat lewat aneksasi... setelah dipelajari memang tanah ini adalah tanah yang paling subur di Palestina,” kata Zuhair dalam konferensi pers penolakan aneksasi Palestina oleh Israel di Jakarta, Kamis (25/6).

“Selain tanah yang sangat subur itu, air di wilayah tersebut juga bisa langsung dikonsumsi, sehingga akan sangat mendukung kegiatan wisata,” ujar dia menambahkan.

Baca Juga

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya mengumumkan rencana aneksasi Tepi Barat dengan membangun permukiman Yahudi di wilayah itu untuk pembahasan lebih lanjut pada 1 Juli mendatang. Rencana itu, disebut dia, merupakan tindak lanjut dari perjanjian perdamaian Kesepakatan Abad Ini (Deal of the Century) yang diusung oleh pemerintahan Presiden AS Donald Trump, yang ditolak oleh pihak Palestina karena dianggap menguntungkan Israel.

Zuhair juga menegaskan dua hal yang digarisbawahi pemerintah Palestina mengenai agenda Israel di balik rencana aneksasi.

“Israel menginginkan wilayah Wadi al-Huwar, bersebelahan dengan Laut Mati yang airnya mengandung mineral tinggi, zat untuk kosmetik yang bisa memasok pasar Eropa,” ujar Zuhair.

Kedua, menurut Zuhair, Israel juga menyasar tanaman kurma Palestina, terutama yang berasal dari Kota Jerichoyang disebut mempunyai kualitas terbaik dari negara itu. Secara umum, Pemerintah Palestina menyatakan pihaknya dengan tegas menolak aneksasi tersebut, dan akan berjuang mempertahankan tanah milik mereka.

“Sesungguhnya negara-negara di dunia juga sudah menolak, maka seharusnya aneksasi yang diusung Netanyahu dan Trump betul-betul ditolak (semua pihak). Bagi Palestina, Al-Quds (Yerusalem) adalah harga mati,” kata Zuhair.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA