Kamis 25 Jun 2020 17:50 WIB

Positif Covid-19 di Jakarta Bertambah 195 Kasus

Jumlah kumulatif kasus positif Covid-19 di DKI Jakarta hingga kini 10.472 orang.

Rep: Amri Amrullah/ Red: Yudha Manggala P Putra
Pengecekan pasien dengan metode polymerase chain reaction atau PCR (ilustrasi).
Foto: AP Photo/Gerald Herbert
Pengecekan pasien dengan metode polymerase chain reaction atau PCR (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat penambahan 195 kasus positif Covid-19 pada Kamis (25/6). Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Fify Mulyani mengatakan, dengan penambahan tersebut jumlah kumulatif kasus positif di Ibu Kota kini sebanyak 10.472 kasus. Sebanyak 5.434 di antaranya dinyatakan sembuh, 631 meninggal dunia.

"Sampai dengan hari ini kami laporkan, 1.338 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit dan 3.069 orang melakukan self isolation di rumah. Sedangkan, untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 25.647 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 17.295 orang," jelas Fifi.

Ia mengungkapkan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga telah meningkatkan kapasitas pemeriksaan metode RT-PCR, dengan membangun Laboratorium Satelit Covid-19, berlokasi di sebagian lahan RSUD Pasar Minggu dan RSUD Duren Sawit sejak 9 April 2020 dan membangun jejaring dengan 41 laboratorium pemeriksa Covid-19.

Secara kumulatif, pemeriksaan PCR sampai dengan 24 Juni 2020 sebanyak 270.854 sampel. Pada 24 Juni 2020, dilakukan tes PCR pada 4.895 orang, 3.927 di antaranya dilakukan untuk menegakkan diagnosis pada kasus baru, dengan hasil 195 positif dan 3.732 negatif.

Total sebanyak 212.208 orang telah menjalani rapid test, dengan persentase positif Covid-19 sebesar 4 persen, dengan rincian 7.832 orang dinyatakan reaktif Covid-19 dan 205.376 orang dinyatakan non-reaktif. Untuk kasus positif ditindaklanjuti dengan pemeriksaan swab secara PCR dan apabila hasilnya positif dilakukan rujukan ke Wisma Atlet atau RS atau dilakukan isolasi secara mandiri di rumah.

"Kami imbau pula bagi seluruh masyarakat untuk selalu memperhatikan protokol kesehatan, yaitu menggunakan masker, selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer, dan menjaga jarak antarorang minimal 1,5 - 2 meter," imbaunya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement