Friday, 13 Rabiul Awwal 1442 / 30 October 2020

Friday, 13 Rabiul Awwal 1442 / 30 October 2020

Harga Minyak Anjlok Saat AS Capai Rekor Penyimpanan

Kamis 25 Jun 2020 10:20 WIB

Red: Friska Yolandha

Siluet kilang minyak di Oakley, Kansas, Amerika Serikat.

Siluet kilang minyak di Oakley, Kansas, Amerika Serikat.

Foto: AP Photo/Charlie Riedel
Penurunan harga juga terjadi akibat peningkatan kasus Covid-19 di dunia.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Harga minyak anjlok lebih dari lima persen atau lebih dari dua dolar AS per barel pada akhir perdagangan Rabu (24/6). Penurunan harga terjadi setelah penyimpanan minyak mentah AS mencapai rekor lain. Selain itu, anjloknya harga juga didorong peningkatan kasus-kasus corona di negara-negara seperti Jerman dan daerah padat penduduk di Amerika Serikat (AS).

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus merosot 2,36 dolar AS atau 5,8 persen menjadi menetap pada 38,01 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah Brent untuk pengiriman Agustus merosot 2,32 dolar AS atau 5,4 persen menjadi ditutup pada 40,31 dolar AS per barel.

Amerika Serikat mengalami peningkatan infeksi terbesar kedua sejak pandemi dimulai. Infeksi yang meningkat di sana dan juga di China, Amerika Latin, dan India telah membuat para investor ngeri dan menekan harga minyak.

"Pasar memberi sinyal bahwa jika tidak mendapatkan kepastian yang terus-menerus bahwa kita bangkit dari gangguan permintaan yang terjadi karena pandemi, harga minyak yang lebih tinggi benar-benar tidak masuk akal," kata Gene McGillian, wakil presiden riset pasar di Tradition Energy di Stamford, Connecticut.

Dolar AS yang lebih kuat, yang bergerak terbalik dengan minyak, dan penurunan dalam ekuitas juga membebani harga.

Persediaan minyak mentah AS membengkak pekan lalu sebesar 1,4 juta barel, melebihi ekspektasi untuk kenaikan 299.000 barel, kata Badan Informasi Energi AS (EIA). Ini menandai rekor kenaikan mingguan ketiga berturut-turut di stok minyak mentah AS .

Dana Moneter Internasional mengatakan pandemi menyebabkan kerusakan ekonomi yang lebih luas dan lebih dalam dari yang diperkirakan, dan pihaknya memangkas perkiraan output ekonomi global 2020 lebih lanjut.

Impor minyak India pada Mei mencapai level terendah sejak Oktober 2011, karena kilang-kilang dengan persediaan minyak mentah yang penuh mengurangi pembelian. China, importir minyak mentah utama dunia, juga diperkirakan akan memperlambat impor pada kuartal ketiga, setelah melakukan rekor pembelian dalam beberapa bulan terakhir.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA