Rabu 24 Jun 2020 23:40 WIB

Bulog Siap Serap Hasil Panen Petani Aceh

Penyerapan beras milik Petani Aceh untuk memperkuat ketahanan pangan di Aceh

Pekerja menata karung berisi beras di gudang Perum Bulog Meulaboh, Aceh Barat, Aceh, Rabu (24/6/2020). Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menyebutkan volume stok beras yang dikelola Bulog saat ini mencapai 1,4 juta ton dan stok beras tersebut diperkirakan mencukupi untuk kebutuhan nasional hingga akhir Desember 2020. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/aww.
Foto: Antara/Syifa Yulinnas
Pekerja menata karung berisi beras di gudang Perum Bulog Meulaboh, Aceh Barat, Aceh, Rabu (24/6/2020). Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menyebutkan volume stok beras yang dikelola Bulog saat ini mencapai 1,4 juta ton dan stok beras tersebut diperkirakan mencukupi untuk kebutuhan nasional hingga akhir Desember 2020. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/aww.

REPUBLIKA.CO.ID, ACEH BESAR -- Perum Bulog Kantor Wilayah Aceh menyatakan siap untuk menampung hasil panen milik petani yang ada di provinsi setempat dalam upaya menjaga ketahanan pangan dan memberikan kepastian harga kepada petani.

"Salah satu peran yang kita lakukan dalam menjaga ketahanan pangan adalah memberi kepastian kepada petani saat panen yakni dengan menyerap gabah atau beras saat panen sesuai dengan harga pembelian pemerintah (HPP)," kata Pemimpin Perum Bulog Kantor Wilayah Aceh, Irsan Nasution di Banda Aceh, Selasa (24/6).

Ia menyebutkan untuk harga pembelian Perum Bulog baik melalui mitra dan juga satgas yakni gabah kering panen (GKP) yang dibeli perusahaan tersebut saat ini Rp4.200 per kilogram dan gabah kering giling (GKG) dan untuk beras medium Rp8.300 per kilogram.

"Khusus untuk harga premium menyesuaikan dengan harga lapangan dan kebutuhan jual Bulog," katanya.

Ia mengatakan siap untuk menampung hasil panen milik petani yang ada di seluruh daerah di provinsi ujung paling barat Indonesia itu sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Irsan Nasution menambahkan untuk stok beras yang ada di gudang perusahaan tersebut saat ini sebanyak 15.600 ton atau mencukupi hingga November atau lima bulan mendatang "Bila diasumsikan penyaluran sekitar 3.000 ton per bulan maka masih cukup untuk lima bulan ke depan," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement