Tuesday, 25 Rabiul Akhir 1443 / 30 November 2021

Tuesday, 25 Rabiul Akhir 1443 / 30 November 2021

Pengiriman Sapi Kurban dari NTT ke Jakarta Terus Meningkat

Rabu 24 Jun 2020 12:43 WIB

Red: Qommarria Rostanti

Sapi kurban - ilustrasi

Sapi kurban - ilustrasi

Pengiriman sapi kurban diprediksi mencapai 11 Ribu Ekor pada awal Juli.

REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG -- Dinas Peternakan Nusa Tenggara Timur mencatat jumlah permintaan ternak sapi untuk kurban yang dikirim ke Jakarta terus meningkat. Permintaan kini sudah mencapai ribuan ekor.

"Sampai dengan Senin (22/6) jumlah sapi kurban yang dikirim mencapai 1.800 ekor," kata Kabid Agrobisnis Dinas Peternakan Nusa Tenggara Timur Tay Renggi di Kupang, Rabu (24/6).

Peningkatan permintaan berkaitan dengan pengiriman sapi untuk hewan kurban menjelang perayaan Idul Adha pada akhir Juli 2020. Tay menyebut, jika berkaca dari pengalaman-pengalaman tahun sebelumnya, beberapa bulan sebelum Idul Adha jumlah permintaan memang meningkat.

Dia meyakini pada awal Juli, jumlah sapi yang dikirim khusus untuk DKI Jakarta bisa mencapai 11 ribuan ekor sapi, belum lagi untuk wilayah Kalimantan.

Saking banyaknya permintaan, saat ini sapi-sapi yang tersedia di tempat karantina sebelum diantarpulaukan ke daerah tujuan sudah banyak, bahkan melebihi kapasitas muatan kapal ternak. Dia mengatakan kapal ternak tidak bisa mempercepat waktu tempuhnya. "Kalau ke Jakarta sekitar satu pekan, sedang ke Kalimantan empat hari, sebab permintaan paling banyak berasal dari DKI Jakarta dan Kalimantan," kata Tay.

Target pengiriman ternak khusus untuk tahun 2020 ditargerkan mencapai 54 ribu ekor. Namun hingga saat ini baru mencapai 28 ribuan ekor sapi yang dikirim ke luar NTT. Hal ini terkendala dengan beberapa kapal tol laut yang rusak dan beberapa kapal yang seharusnya beroperasi untuk mengangkut ternak di NTT dipindahkan atau diperbantukan ke daerah lain di luar NTT.
                               
Dia mengatakan di tengah pandemi Covid-19, aktivitas pengiriman ternak sapi ke luar provinsi juga dilakukan dengan tetap menerapkan protokol pencegahan virus corona jenis baru. "Ada protapnya, petugas yang dari NTT ke daerah tujuan tidak boleh turun dari kapal namun di sana nanti ada petugas yang menjemput di atas kapal," ujarnya. Selain itu juga para petugas itu juga sebelum berangkat dilakukan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu juga.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA