Monday, 5 Zulhijjah 1443 / 04 July 2022

Jokowi Minta Warga Gotong Royong dan Tetap Waspada Covid

Rabu 24 Jun 2020 12:06 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Esthi Maharani

Presiden Joko Widodo

Presiden Joko Widodo

Foto: Republika/Edwin Dwi Putranto
Jokowi meminta masyarakat agar tetap waspada dan bersatu menghadapi pandemi ini.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta masyarakat agar menjaga kekompakan dan saling bergotong royong melawan pandemi covid-19 saat ini. Ia mengatakan, ancaman penularan covid hingga kini pun masih ada.

Bahkan di sejumlah daerah, angka kenaikan kasus baru juga semakin tinggi. Karena itu, Jokowi meminta masyarakat agar tetap waspada dan bersatu menghadapi pandemi ini.

“Tapi kita juga tetap waspada, saya ingin mengulang lagi, Indonesia adalah bangsa yang besar dan berjaya dengan gotong royong, dengan kekompakan, dengan solidaritas antarmasyarakat sebagai modal utama. Bersama kita saling menjaga, bersatu kita bisa,” kata Jokowi saat konferensi pers di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (24/6).

Jokowi pun meminta agar masyarakat terus menjalankan kedisiplinan mengikuti protokol kesehatan dan berbagai anjuran dari pemerintah yang sering disampaikan. Seperti mengenakan masker, menjaga jarak aman, menghindari kerumunan, dan juga rajin mencuci tangan.

Ia juga meminta masyarakat saling mengingatkan satu sama lainnya untuk menjalankan protokol kesehatan.

“Saya minta juga agar masyarakat saling mengingatkan untuk disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Ini yang harus terus kita lakukan harus menjadi kebiasaan baru kita,” ucapnya.

Lebih lanjut, Jokowi menyampaikan, pemerintah telah memiliki sistem informasi yang terintegrasi yakni bersatu lawan covid, yang berfungsi sebagai navigasi negara dalam memahami perkembangan covid yang selalu berubah setiap harinya.

Melalui sistem ini, lanjut Jokowi, pemerintah bisa menentukan zonasi tingkat penularan covid serta mengetahui berapa daerah yang status keamanannya telah berubah.

“Dengan sistem ini juga kita bisa mengetahui berapa kabupaten, berapa kota, berapa provinsi yang berubah statusnya dari hijau menjadi kuning, dari hijau menjadi oranye, hijau menjadi merah. Atau sebaliknya berubah dari merah menjadi oranye, dari merah menjadi kuning, dan dari merah menjadi hijau,” jelas dia.

Berdasarkan data-data tersebut, pemerintah memutuskan kebijakan terhadap sebuah daerah yang ingin menjalankan tahapan new normal. Sehingga, kata dia, keputusan new normal itupun diambil berdasarkan berbagai pertimbangan.

“Prakondisinya seperti apa, kemudian setelah prakondisi, timingnya kapan, kemudian juga prioritasnya di sektor apa, semuanya berdasar data-data yang kita miliki... Dan kita semakin optimis karena datanya semakin baik,” ungkap Jokowi.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA