Wednesday, 7 Zulhijjah 1443 / 06 July 2022

Wali Kota Komunis di Turki Kena Virus Corona

Selasa 23 Jun 2020 12:04 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Teguh Firmansyah

Ilustrasi virus corona dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat.

Ilustrasi virus corona dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat.

Foto: CDC via AP, File
Turki telah melakukan hampir tiga juta tes untuk virus corona.

REPUBLIKA.CO.ID, TUNCELI -- Wali kota Komunis pertama dan satu-satunya di Turki, Mehmet Fatih Macoglu mengumumkan terdidiagnosis menderita Covid-19, Senin (22/6). Kondisi ini diketahui, setelah dia mendapatkan beberapa gejala dari virus Corona.

"Saya pergi ke rumah sakit kemarin dengan batuk dan demam tinggi. Hari ini tes virus corona saya kembali positif," tulis walikota Tunceli di Twitter.

Baca Juga

Macoglu mengatakan, kondisinya saat ini cukup baik dan akan tinggal di Rumah Sakit Tunceli untuk mendapatkan perawatan Covid-19. Hanya saja, dia merasa  sakit pada tenggorokan untuk sementara waktu. Tidak lupa,  Macoglu pun menyampaikan ucapan rasa terima kasih kepada semua orang karena telah mendoakannya.

Dikutip dari dailysabah, Macoglu menjadi wali kota komunis pertama di Turki setelah terpilih sebagai wali kota di provinsi timur Distrik Tunceli Ovacik pada pemilihan lokal 2004 sebagai kandidat dari Partai Komunis Turki (TKP). Dia terpilih sebagai wali kota provinsi dalam pemilihan 2019.

Laporan Anadolu Agency menyatakan, Turki telah melakukan hampir 3 juta tes untuk virus corona. Jumlah total kasus virus secara nasional hingga saat ini mencapai 188.897, dengan 1.212 infeksi baru dilaporkan. Sebanyak 846 pasien berada di unit perawatan intensif di seluruh negeri.

Menteri Kesehatan, Fahrettin Koca, menyatakan meski terjadi penambahan, jumlah orang yang pulih pun terus bertambah. Sebanyak 1.293 orang telah pulih dalam 24 jam terakhir, membuat jumlah penghitungan pemulihan menjadi 161.533 kasus.

"Jumlah pasien yang pulih hari ini berada di atas jumlah kasus baru. Tetapi perbedaannya tidak cukup untuk perjuangan kita. Kami harus menurunkan jumlah kasus melalui langkah-langkah yang kami ambil," kata Koca, Senin.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA