Friday, 25 Jumadil Akhir 1443 / 28 January 2022

Skuter Listrik Bakal Jadi Angkutan Publik di Inggris

Senin 22 Jun 2020 03:26 WIB

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Nidia Zuraya

Skuter listrik

Skuter listrik

Foto: republika
Departemen Transportasi Inggris akan menerbitkan regulasi untuk skuter listrik.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Skuter listrik sewaan akan segera ada di banyak kota di Inggris. Dewan kota menyiapkan proyek percontohan yang bertujuan menghilangkan tekanan pada angkutan umum yang disebabkan oleh Covid-19.

Departemen Transportasi diharapkan menerbitkan kerangka kerja untuk skuter listrik minggu depan. Kerangka ini akan memberikan rincian tentang bagaimana sistem skuter sewaan bekerja. Sementara itu, pengoperasian skuter listrik milik pribadi masih dilarang.

Baca Juga

Kerangka kerja ini awal rencana akan diterbitkan Senin (22/6). Tetapi hal ini lantas ditunda, sembari dewan menyelesaikan persoalan siapa yang memenuhi syarat untuk naik skuter listrik sewaan ini.

Dikutip di The Guardian, Inggris bertahun-tahun berada di belakang banyak negara Eropa lainnya dalam inisiatif memotong jumlah perjalanan mobil.

Di Finlandia, 41 persen responden survei mengatakan, mereka telah mengganti naik taksi atau mobil pribadi dengan menggunakan skuter listrik. Hampir satu dari lima orang Finlandia mengatakan mereka telah menggunakannya untuk perjalanan bisnis.

Namun, kota-kota Eropa lainnya menderita karena membiarkan terlalu banyak perusahaan penyewaan skuter untuk bersaing. Sejauh ini, ada 10 perusahaan yang diberikan lisensi.

Dengan jumlah ini, menyebabkan banyak pengendara skuter bertebaran di trotoar dan menghalangi pejalan kaki. Banyak kota di AS mengalami kemarahan akan skuter, dan menyebabkan penduduk melemparkan mesin skuter ke sungai. Kemarahan ini muncul karena ada begitu banyak pengendara menggunakan skuter di sepanjang trotoar.

Menjadi sebuah gagasan yang bijaksana jika hanya segelintir perusahaan yang boleh bersaing di masing-masing kota percontohan. Sekitar 30 dewan kota, termasuk Birmingham, Bristol, Liverpool, Manchester, Cambridge, Bath dan London mengatakan, mereka tertarik untuk berpartisipasi dalam uji coba, yang diperkirakan akan berjalan selama 12 bulan.

Kerangka kerja ini akan mengkonfirmasi bahwa skuter listrik diizinkan untuk menggunakan jalan umum, jalur sepeda dan lintasan lari. Skuter juga dibebaskan dari registrasi dan lisensi kendaraan.

Namun, mereka membutuhkan asuransi dan akan dibatasi hingga kecepatan 12,5 mph. Tidak akan ada persyaratan hukum bagi pengendara untuk mengenakan helm.

Sebuah analisis menunjukkan sekitar 60 persen dari perjalanan mobil di Inggris digunakan untuk jarak antara satu hingga lima kilometer. Dari analisis ini memunculkan usulan bahwa skuter listrik dapat membantu mengurangi kemacetan dan polusi dari mobil.

Satu perusahaan penyewaan skuter listrik, Voi, yang telah terkenal di Skandinavia, memperkirakan bisa menyediakan 100 ribu skuter harian di London. Dengan masing-masing skuter digunakan antara tujuh hingga 11 kali sehari.

"Kota-kota perlu memberi orang lebih banyak pilihan transportasi untuk membantu mereka berkeliling tanpa menggunakan mobil," kata Kepala Eksekutif Voi, Fredrik Hjelm dikutip di The Guardian, Ahad (21/6).

Ia menyebut pihaknya percaya, seperti yang sudah ditunjukkan di Swedia, Finlandia, Denmark dan Jerman, perusahaannya dapat membantu mengganti perjalanan mobil pendek sejauh satu hingga tiga mil dengan perjalanan skuter listrik.

Pendukung skuter listrik percaya krisis Covid-19 dapat memberikan dorongan yang tidak terduga bagi perusahaan di belakang mereka.

“Selama krisis kita telah melihat banyak orang menyadari mereka tidak memerlukan mobil untuk melakukan perjalanan singkat. Keputusan untuk mempercepat uji coba skuter listrik akan memberikan alternatif lain yang tidak berpolusi bagi orang untuk melakukan perjalanan dengan aman dan menghilangkan tekanan dari publik  transportasi,"kata penyelenggara London Car Free Day, Hamish Stewart.

Kepala eksekutif CoMoUK, organisasi transportasi bersama, Richard Dilks mengatakan, Uji coba skuter listrik akan membantu negara untuk melihat  lebih jauh ke transportasi yang lebih berkelanjutan. Hal ini sangat dibutuhkan dengan catatan transportasi mengenai emisi gas rumah kaca.

"Operator dan pihak berwenang harus bersatu untuk memprioritaskan keselamatan, data, parkir, kelayakan dan pengalaman pengguna serta membuat skuter-el berisiko rendah dari Covid-19," kata dia.

Ada sekitar 774.000 skuter listrik yang beroperasi di seluruh dunia saat ini. Tetapi Berg Insight memperkirakan akan meningkat menjadi 4,6 juta pada tahun 2024.

Pasar skuter listrik global baru-baru ini bernilai 20 miliar dolar AS. Grand View Research menganalisis pada tahun 2030 angkanya akan meningkat menjadi 42 miliar dolar AS.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA