Sunday, 14 Zulqaidah 1441 / 05 July 2020

Sunday, 14 Zulqaidah 1441 / 05 July 2020

Kampus UMP Siap Terapkan New Normal

Ahad 21 Jun 2020 16:20 WIB

Rep: Eko Widiyatno/ Red: Gita Amanda

Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Foto: wordpress.com
UMP menerapkan protokol ketat bagi siapa pun yang masuk kampus

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO -- Kampus Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) dinilai siap untuk memulai kegiatan kuliah dengan tatanan new normal. Hal itu tidak hanya disampaikan pihak rektorat UMP, tapi juga disampaikan Wakil Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono.

''Tadi saya diajak jalan-jalan keliling komplek kampus UMP di Dukuhwaluh. Di masjid UMP, tatananan saya lihat sudah bagus. Tempat sholatnya dibuat bersilang-silang dengan jarak tertentu,'' jelasnya, Sabtu (20/6).

Demikian juga di ruang kuliah dan ruang laboratorium, Wabup melihat sudah dilakukan physical distancing. ''Ruang kuliah yang biasanya diisi 80 mahasiswa, untuk menjaga jarak hanya disediakan kursi untuk 36 mahasiswa. Demikian juga dengan ruang laboratorium,'' jelasnya.

Lebih dari itu, Wabup juga melihat, di beberapa lokasi disediakan tempat cuci tangan dengan sabun. Dengan demikian, dia menilai, kampus UMP sudah siap untuk menerapkan tatanan new normal dalam kegiatan kuliahnya.

Wakil Rektor Bidang Akademik Dr Jebul Suroso yang mendampingi Wabup, menyatakan pihaknya telah melakukan berbagai upaya skenario dalam menerapkan tatanan new normal di kampus UMP. ''Banyak yang kita lakukan untuk menerapkan new normal. Tidak hanya mengubah desain aktivitas untuk membatasi physical distancing, kami juga menerapkan protokol yang ketat bagi siapa pun yang masuk komplek kampus,'' jelasnya.

Bahkan Jebul menyebutkan, mahasiswa baru yang berasal dari luar daerah, bila nanti dimulai kegiatan kuliah tatap muka, harus menjalani karantina lebih dulu. Hal ini dimaksudkan, agar mahasiswa baru tersebut bisa dipastikan kesehatannya. ''Kita akan awasi selama masa karantina,'' katanya.

Meski demikian dia menyebutkan, untuk kegiatan kuliah tahun ajaran 2020–2021, UMP tetap berpegang pada kebijakan menteri. Untuk Pendidikan Tinggi, masih menggunakan sistem daring. Namun keputusan apakah kegiatan kuliah akan dilakukan full daring, menurutnya masih belum final.

Namun untuk kegiatan praktikum semester genap yang tidak mungkin dilaksanakan secara daring, pihaknya mengizinkan fakultas terkait untuk melaksanakannya mulai bulan Juli 2020. Meski demikian, kegiatan praktikum ini harus dilaksanakan dengan menegakkan protokol kesehatan yang ketat dan kondisi telah dinyatakan aman.

''Yang kita lakukan saat ini adalah menyiapkan dosen, prodi serta fakultas untuk perangkat daring untuk sedemikian rupa untuk mapan. Sehingga pelayanan mahasiswa semakin baik. Prinsipnya, UMP sudah siap kalau harus menerapkan tatanan baru,'' jelasnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA