Ahad 21 Jun 2020 15:15 WIB

Palestina, Iran Perkuat Kerja Sama Parlemen

Palestina dan Iran memiliki ikatan persaudaraan yang sangat kuat

Rep: IRNA/ Red: Elba Damhuri
Pasukan Militer Israel mencegah seorang buruh Palestina memasuki wilayah Israel setelah secara ilegal melintasi pagar keamanan Israel di dekat kota Hebron Tepi Barat, Selasa (5/5). Pekerja Palestina mencoba memasuki area perbatasan Israel untuk bekerja setelah larangan masuk diberlakukan di tengah kekhawatiran atas penyebaran pandemi COVID-19.
Foto: EPA-EFE/ABED AL HASHLAMOUN
Pasukan Militer Israel mencegah seorang buruh Palestina memasuki wilayah Israel setelah secara ilegal melintasi pagar keamanan Israel di dekat kota Hebron Tepi Barat, Selasa (5/5). Pekerja Palestina mencoba memasuki area perbatasan Israel untuk bekerja setelah larangan masuk diberlakukan di tengah kekhawatiran atas penyebaran pandemi COVID-19.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Palestina dan Iran akan memperkuat kerja sama parlemen. Ketua Dewan Nasional Palestina (PNC) Salim Zanoun berharap koordinasi dan kerja sama antara parlemen Palestina dan Iran akan meningkat, dengan harapan bisa memenuhi kepentingan kedua negara.

Dalam pesan ucapan selamat kepada Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf, Salim menyatakan dia dan rekan-rekan di PNC dengan sangat bahagia mengucapkan selamat kepada Qalibaf.

"Kami berharap untuk melanjutkan kerja sama antara kedua parlemen dengan tujuan melayani kepentingan kedua negara dan menghargai sikap Republik Islam Iran dalam mendukung Palestina," kata Salim, Sabtu.

Palestina menjadi masalah pertama kaum Muslim dan akhir Israel. Salim menegaskan kembalinya para pengungsi ke tanah air mereka, dan pembentukan negara Palestina merdeka di wilayah nasional Palestina, dengan Beit ul-Moqaddas sebagai ibu kotanya, menjadi sangat penting," katanya.

Palestina menyatakan solidaritas dengan Iran sebagai persaudaraan di bawah situasi sensitif saat ini ketika Iran dan seluruh dunia bergulat dengan pandemi coronavirus. Salim berharap Tuhan akan menyelamatkan, "Kami dan semua manusia dari virus".

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement