Tuesday, 16 Zulqaidah 1441 / 07 July 2020

Tuesday, 16 Zulqaidah 1441 / 07 July 2020

Telkom Bagi Dividen Rp 15,26 Triliun

Jumat 19 Jun 2020 19:37 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Nidia Zuraya

Direktur Utama PT Telkom, Ririek Adriansyah.

Direktur Utama PT Telkom, Ririek Adriansyah.

Foto: Republika/ Wihdan
Bisnis digital Telkom saat ini tumbuh hingga 30 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) Tahun Buku 2019 menyetujui pembagian dividen sebesar 81,78 persen dari laba bersih atau Rp 15,26 triliun. Rapat menyetujui dividen tunai sebesar 60 persen atau Rp 11,2 triliun dan dividen spesial sebesar 21,78 persen sebesar Rp 4,06 triliun.

"Sisanya sebesar 18,22 persen atau Rp 3,40 triliun merupakan laba ditahan dan akan digunakan untuk membiayai pengembangan usaha," kata Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah, Jumat (19/6).

Dividen Tunai dan Dividen Spesial Tahun Buku 2019 akan dibayarkan secara sekaligus selambat-lambatnya pada 23 Juli 2020. Adapun yang berhak menerima Dividen Tunai dan Dividen Spesial adalah para pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan per tanggal 1 Juli 2020 sampai dengan pukul 16.15 WIB.

Ririek menjelaskan laba bersih ini dihasilkan dari Pendapatan Perseroan
di 2019 yang mencapai Rp 135,57 triliun, tumbuh positif sebesar 3,7 persen dibanding tahun 2019 dengan EBITDA Rp 64,83 triliun. Digital Business Telkomsel dan IndiHome tumbuh signifikan dan menjadi kontributor utama pertumbuhan Perseroan.

Menurut Ririek, bisnis digital Telkom saat ini memiliki tingkat pertumbuhan yang cukup tinggi, yakni hampir 30 persen. Adapun berbagai layanan digital yang dikategorikan ke dalam Digital Platform dan Digital Services yaitu video, games, music, advertising dan lain sebagainya.

Oleh karena itu Telkom meyakini bahwa
bisnis digital akan menjadi salah satu sumber pendorong pertumbuhan bagi perusahaan di masa mendatang. Bisnis digital juga dinilai dapat memantapkan langkah Telkom menjadi perusahaan telekomunikasi digital.

Untuk memantapkan langkah sebagai digital telco, di tahun 2020 ini Telkom akan fokus pada tiga domain bisnis, yakni digital connectivity, digital platform dan digital services. "Kami optimistis langkah ini dapat membuat Perseroan dapat tumbuh kian sehat dan profitable," tambah Ririek.

RUPST juga menyetujui perubahan Susunan Pengurus Dewan Komisaris dan Dewan Direksi Perseroan. Untuk menunjang Telkom menjadi perusahaan  digital, Perseroan menunjuk mantan Presiden Bukalapak Muhammad Fajrin Rasyid sebagai Direktur Bisnis Digital.

Adapun susunan Dewan Komisaris dan Dewan Direksi hasil RUPST Tahun Buku 2019 adalah sebagai
berikut:

Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Rhenald Kasali
Komisaris Independen : Marsudi Wahyu Kisworo
Komisaris Independen : Ahmad Fikri Assegaf
Komisaris Independen : Wawan Iriawan
Komisaris Independen : Candra Arie Setiawan
Komisaris : Marcelino Pandin
Komisaris : Ismail
Komisaris : Alex Denni
Komisaris : Rizal Mallarangeng

Dewan Direksi
Direktur Utama : Ririek Adriansyah
Direktur Wholesale & International Service : Dian Rachmawan
Direktur Human Capital Management : Afriwandi
Direktur Keuangan : Heri Surpriadi
Direktur Consumer Service : FM Venusiana R.
Direktur Enterprise & Business Service : Edi Witjara
Direktur Network & IT Solution : Herlan Wijanarko
Direktur Digital Business : Muhammad Fajrin Rasyid
Direktur Strategic Portfolio : Budi Setyawan Wijaya


Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA