Sunday, 3 Jumadil Awwal 1444 / 27 November 2022

Menhub Akui Tol Laut Belum Maksimal

Jumat 19 Jun 2020 18:55 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Agus Yulianto

Program Tol Laut yang telah berjalan selama hampir 5 (lima) tahun menjadi moda transportasi yang diandalkan untuk membuka isolasi dan menekan disparitas harga.

Program Tol Laut yang telah berjalan selama hampir 5 (lima) tahun menjadi moda transportasi yang diandalkan untuk membuka isolasi dan menekan disparitas harga.

Foto: Humas Ditjen Hubla
Harus ada inovasi yang dilakukan agar tol laut berjalan dengan baik. 

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengakui operasional tol laut belum maksimal. Padahal program tol laut, menurutnya, menjadi upaya untuk memastikan pasokan logistik di wilayah timur Indonesia tetap berjalan. 

“Sebanyak 90 persen tol laut ini dikerjakan Indonesian National Shipowners Association (INSA). Ini memang satu hal penting disadari, selama jadi menteri empat tahun, melihat tol laut belum maksimal,” kata Budi saat menghadiri secara virtual pelantikan pengurus DPP INSA 2019-2023, Jumat (19/6). 

Budi menuturkan, harus ada inovasi yang dilakukan agar tol laut berjalan dengan baik. Terlebih, Budi menilai banyak barang logistik di wilayah timur Indonesia yang berpotensi untuk diangkut kembali dan diperdagangkan. 

“Padahal mereka punya ikan, rumput laut, dan lainnya. Anggota INSA berperan serta mencari barang dari timur Indonesia ke sini,” tutur Budi. 

Meskipun banyak potens, Budi mengakui, untuk pertama kali memang harus mengeluarkan biaya. Hanya saja Budi yakin mantinya hal tersebut dapat menjadi peluang bisnis yang menjanjikan. 

“Ini bisa mendorong perkonomian dengan baik. Di tengah Covid-19 jangan lupa protokol kesehatan. INSA tidak terlalu sulit karena konsentrasinya barang,” tutur Budi. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA