Jumat 19 Jun 2020 17:32 WIB

Masjid Raya Sumbar Kembali Gelar Sholat Jumat

Penerapan protokol kesehatan itu terlihat sejak masyarakat masuk ke lingkungan masjid

Pengurus masjid menyemprotkan hand sanitizer karya siswa Sekolah Menengah Analis Kimia (SMAK) Padang kepada jemaah di Masjid Raya Sumbar, di Padang, Jumat (20/3/2020).
Foto: ANTARA/iggoy el fitra
Pengurus masjid menyemprotkan hand sanitizer karya siswa Sekolah Menengah Analis Kimia (SMAK) Padang kepada jemaah di Masjid Raya Sumbar, di Padang, Jumat (20/3/2020).

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Masjid Raya Sumatra Barat di Padang menggelar Sholat Jumat pertama dalam era normal baru setelah sejak Maret 2020 tidak menggelar ibadah tersebut akibat pandemi Covid-19. "Ibadah kita laksanakan dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan untuk mencegah Covid-19," kata Gubernur Sumbar Irwan Prayitno yang sekaligus menjadi khatib Jumat.

Penerapan protokol kesehatan itu terlihat sejak masyarakat masuk ke lingkungan masjid. Setiap orang yang hendak sholat harus mencuci tangan dan cek suhu tubuh sebelum berwudhu. Saat akan memasuki pintu masjid, masyarakat kembali diminta untuk cuci tangan dengan sabun. Tempat cuci tangan disediakan beberapa unit agar tidak ada penumpukan.

Baca Juga

Selanjutnya, dalam masjid tempat duduk diberi jarak. Demikian juga saat melaksanakan sholat, shaf tidak rapat tetapi berjarak. Sejak penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tahap I di Sumbar pada Maret 2020, aktivitas ibadah berjamaah di masjid yang berada dalam 'zona merah' Covid-19 dibatasi guna mencegah penyebaran virus, termasuk di Masjid Raya Sumbar.

Hampir tiga bulan tidak menggelar ibadah Sholat Jumat, akhirnya masjid ikon Sumatra Barat itu kembali dibuka untuk ibadah berjamaah. Pengelola Masjid Raya Sumbar Syaifullah mengatakan biasanya untuk ibadah digunakan lantai dua masjid. Namun saat ini untuk sementara ibadah berjamaah dilaksanakan di lantai satu.

"Lantai II menggunakan karpet yang sulit untuk digulung, sementara dalam protokol kesehatan, belum boleh menggunakan karpet. Makanya digunakan lantai I yang lantainya porselen. Jamaah bisa membawa alas shalat dari rumah," katanya.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement