Saturday, 28 Safar 1444 / 24 September 2022

BKPRMI Sarankan Pemerintah Bantu 150 Ribu Guru Ngaji 

Jumat 19 Jun 2020 10:39 WIB

Rep: Ali Yusuf/ Red: Nashih Nashrullah

BKPRMI menilai guru ngaji termasuk yang terdampak akibat pandemi Covid-19. ilustrasi guru ngaji.

BKPRMI menilai guru ngaji termasuk yang terdampak akibat pandemi Covid-19. ilustrasi guru ngaji.

Foto: Republika/Mahmud Muhyidin
BKPRMI menilai guru ngaji termasuk yang terdampak akibat pandemi Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Dewan Pengurus Pusat Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPP BKPRMI) mengusulkan Kementerian Agama (Kemenag) memberikan bantuan kepada ustadz, ustadzah, atau guru ngaji binaan. BKPRMI mencatat 150 ribu guru ngaji binaan BKPRMI yang terdampak Covid-19 tak mendapat bantuan pemerintah.

"Mereka juga sangat terdampak Covid-19," kata Ketua Umum DPP BKPRMI, Said Aldi Al Idrus, melalui keterangan tertulisnya, Rabu (17/6).

Baca Juga

Said menuturkan, 150 ribu guru mengaji ini sebagian dari 350 ustadz-ustadzah kader BKPRMI yang selama ini istiqamah dalam pembinaan generasi Qurani di Indonesia dan tidak mendapatkan bantuan dari pemda ataupun pemprovnya. Untuk itu, BKPRMI meminta Kemenag membantunya demi tetap berlangsungnya pendidikan agama.  

"Ayo kita bantu ustadz-ustadzah dan guru mengaji yang selama ini dengan ikhlas mengajarkan baca tulis Alquran kepada anak-anak kita santri-santri BKPRMI," katanya.  

Menurut Said, berdasarkan data dan informasi, sudah empat bulan ustadz dan ustadzah serta guru ngaji tidak mengajar sehingga tidak mendapat pemasukan. Biasanya, Said menambahkan, pada kondisi normal sebelum ada wabah, mereka menerima insentif sebesar Rp 100 ribu sampai Rp 1 juta setiap hari atau bulannya.

Terkait kondisi ini, Said berharap Kemenag bisa segera menyalurkan bantuan kepada merek, karena mereka sangat membutuhkannya. Para guru mengaji yang BKPRMI usulkan itu memang perlu diperhatikan sehingga bisa mengurangi beban hidup pascapandemi Covid-19 ini.

Memasuki new normal ini, BKPRMI juga berharap ada kebijakan pemerintah untuk kembali mengaktifkan madrasah dan taman pendidikan Alquran dangan tetap mematuhi protokol kesehatan sesuai aturan WHO dan BNPB. Dengan demikian, ustadz dan ustadzah bisa kembali mendidik generasi Qurani di seluruh indonesia. 

Said mengaku usulan itu mendapat dukungan dari Wakil Wali Kota Mataram yang juga Keta Umum DPW BKPRMI NTB Mohan Roliskana. Mohan, Said menambahkan, mengucapkan terima kasih kepada Ketum DPP BKPRMI yang tak henti-hentinya memberikan dukungan dan motivasi kepada DPW BKPRMI se- Indonesia, khususnya BKPRMI NTB. 

Mohan mengimbau kepada seluruh kader BKPRMI se-NTB untuk terus semangat menghadapi Covid-19 ini. Ia juga meminta kader bergerak membantu masyarakat yang membutuhkan dan menyemprotkan disinfektan ke masjid-masjid agar jamaah masjid bisa melaksanakan sholat lima waktu di masjid dengan mematuhi protokol kesehatan.

Ia juga menghimbau seluruh kader pemuda remaja masjid di NTB kembali meramaikan dan memakmurkan mesjid dengan melaksanakan sholat berjamaah. "Ayo kita kembali beribadah sholat lima waktu ke masjid," kata Mohan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA