Friday, 15 Jumadil Awwal 1444 / 09 December 2022

Kasus Positif Covid-19 di DKI Terus Naik Jadi 9.385 Orang

Jumat 19 Jun 2020 05:57 WIB

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes DKI, Dwi Oktavia Tatri Lestari Handayani.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes DKI, Dwi Oktavia Tatri Lestari Handayani.

Foto: Tangkapan layar
Tes PCR di Jakarta melebihi target WHO, yakni 1.000 tes per 1 juta penduduk per pekan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dinas Kesehatan (Dinkes) Jakarta mengumumkan hingga saat ini, peningkatan kasus positif Covid-19) bertambah 176 orang, sedangkan pasien sembuh juga meningkat 129 orang, dan pasien meninggal delapan orang.

Berdasarkan data Pemprov DKI Jakarta pada Kamis (18/6), total kasus positif Covid-19 tercatat 9.385 orang. Sementara keseluruhan pasien sembuh 4.574 orang, dan meninggal dunia 594 orang. Sementara 1.385 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit dan 2.832 orang melakukan isolasi mandiri di rumah.

"Sedangkan, untuk orang dalam pemantauan (ODP) berjumlah 22.798 orang dan pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 14.491 orang," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes DKI, Dwi Oktavia Tatri Lestari Handayani di Jakarta, Kamis.

Ditinjau dari laman corona.jakarta.go.id, ODP berjumlah 61.975 orang dengan rincian 506 orang dalam proses pemantauan dan 61.469 orang selesai pemantauan. PDP juga tercatat sebanyak 14.491 orang dengan rincian 931 orang masih dirawat dan 13.560 orang pulang dan dinyatakan sehat.

Dinkes DKI menyatakan, sampai dengan 17 Juni 2020 sudah ada 223.427 sampel  telah diperiksa dengan tes polymerase chain reaction (PCR) untuk mengetahui jejak virus corona di lima wilayah Ibu Kota. Untuk tes PCR pada 17 Juni 2020, dilakukan pada 4.341 orang. Sebanyak 3.739 tes dilakukan untuk menegakkan diagnosis pada kasus baru dengan hasil 176 positif, dan 3.463 negatif.

"Total test PCR pada kasus baru adalah 9.669 tes per 1 juta penduduk per pekan. Hal ini sudah melebihi target WHO, yakni 1.000 tes per 1 juta penduduk per pekan," kata Dwi.

Pemeriksaan masif secara selektif termasuk dengan rapid test, juga terus dilakukan di daerah kelurahan terpilih yang dikaji secara epidemologis dan menurut kepadatan penduduk. Sasaran ditujukan kepada warga lansia, warga dengan kasus penyakit tertentu dan juga pada ibu hamil.

"Total sebanyak 185.071 orang telah menjalani tes cepat, persentase positif Covid-19 sebesar empat persen, dengan rincian 6.817 orang dinyatakan reaktif Covid-19, dan 178.254 orang dinyatakan nonreaktif," tutur Dwi.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA