Wednesday, 18 Zulhijjah 1442 / 28 July 2021

Wednesday, 18 Zulhijjah 1442 / 28 July 2021

Arsitektur UII Raih Akreditasi BAN-PT Tertinggi

Jumat 19 Jun 2020 05:14 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Dwi Murdaningsih

Universitas Islam Indonesia

Universitas Islam Indonesia

Foto: ahsanology.com
Sarana dan prasarana pendidikan calon arsitek ini juga telah mengikuti standar global

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Jurusan Arsitektur Universitas Islam Indonesia (UII) untuk sekian kali membuktikan pencapaian membanggakan. Awal 2020, mereka jadi salah satu peraih akreditasi internasional level tertinggi untuk pendidikan arsitektur di Indonesia dari Korea Architectural Accrediting Board (KAAB).

Kedua prodi, Sarjana Arsitektur (S1) dan Profesi Arsitek (PPAr), kali ini dengan sistem akreditasi nasional yang baru telah mendapatkan pengakuan di level tertinggi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dengan level akreditasi unggul masing-masing.

Ketua Jurusan Arsitektur UII, Noor Cholis Idham mengatakan, pencapaian ini semakin menguatkan posisi Jurusan Arsitektur UII sebagai salah satu leader untuk pendidikan arsitektur di Indonesia. Capaian ini tidak terlepas dari hasil usaha yang dilakukan terus-menerus.

"Serta, konsisten sejak Arsitektur UII mencanangkan peningkatan kualitas pendidikan melalui internasionalisasi sejak 2011. Kurikulum pendidikan arsitektur di UII telah mengikuti kualitas mutu internasional yang diratifikasi Canberra Accord melalui KAAB," kata Noor, Kamis (18/6).

Ia menuturkan, sarana dan prasarana pendidikan calon arsitek ini juga telah mengikuti standar baku global dengan studio 24 jam 7 hari dalam satu pekan. Lalu, dilengkapi kecanggihan Building Information Modelling (BIM), koleksi ribuan judul buku dan publikasi internasional yang dapat diakses non-stop.

Ada pula program-program student exchange dan rintisan double degree dengan perguruan tinggi di luar negeri. Terkait era 4.0, ia menilai, Arsitektur UII selalu meningkatkan pembelajaran sesuai trend terkini dengan materi kuliah tepat guna dengan pemanfaatan sebesar-besarnya informasi teknologi.

Noor berpendapat, keterbukaan dan kecepatan informasi kini telah mengarahkan pendidikan arsitektur menjadi jauh lebih sesuai dengan perkembangan zaman. Karenanya, pelakunya harus cepat beradaptasi dengan situasi dan kondisi profesional maupun kebutuhan lingkungan sosial.

Ketika dunia sangat terdampak oleh kasus pandemi Covid-19 dan mengharuskan kuliah dari rumah atau daring, ia melihat arsitektur relatif dapat terjaga kualitasnya. Paket pendidikan jarak jauh dikemas dalam massive open online courses (MOOCs) ke depan malah disiapkan mengantisipasi perkembangan zaman.

"Dengan demikian, pendidikan di Arsitektur UII diharapkan akan selalu sesuai dengan yang dibutuhkan," ujar Noor.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA