Saturday, 18 Safar 1443 / 25 September 2021

Saturday, 18 Safar 1443 / 25 September 2021

Dinkes DKI: 31 RW Rawan Lonjakan Kasus Covid-19

Kamis 18 Jun 2020 19:33 WIB

Red: Ratna Puspita

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Widyastuti.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Widyastuti.

Foto: Dok Dinkes DKI
Catatan 31 RW itu hasil pantauan selama dua pekan PSBB transisi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat, hingga saat ini 31 RW di seluruh Jakarta rawan terhadap lonjakan kasus Corona Virus Desease 2019 (Covid-19). Kerawanan usai Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi selama dua pekan terakhir.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan 31 RW tersebut adalah wilayah pantauan baru saat masa transisi ini. Pada masa PSBB sebelumnya, Jakarta mendata ada 66 RW yang masuk sebagai wilayah pengendalian ketat.

Baca Juga

"Selama PSBB transisi, kami tidak hanya mengawasi 66 RW saja. Jadi, pasti 66 RW itu tetap diawasi, hanya hati-hati, ada juga potensi (naik) kalau nggak diawasi," kata Widyastuti di Komisi E DPRD DKI Jakarta, Kamis (18/6).

Widyastuti mengatakan setiap hari pihaknya selalu mengawasi 66 RW dan 31 RW tersebut yang masih memiliki kerawanan lonjakan COVID-19. "Bahwa semua se-DKI itu tetap dipantau, namanya PSBB transisi belum selesai PSBB-nya. Kami bukan hanya mengawasi yang 66 tadi, tapi semua se-DKI. Jadi, kalau ada kelurahan-kelurahan lain yang tiba-tiba tinggi harus hati-hati, kalau tidak cepat diatasi nanti lebih rawan lagi," ucapnya.

Meski yang diawasi bertambah 31 RW, wilayah tersebut belum tentu masuk sebagai wilayah pengendalian ketat. Hal itu sebagai peringatan agar wilayah tersebut tidak masuk sebagai zona merah Cocud-19.

Adanya 31 RW yang dipantau baru tersebut terungkap setelah Dinkes DKI menyatukan datanya dengan pemerintah administrasi tingkat kota/kabupaten di enam wilayah yang melakukan pendataan hingga tingkat RW.

"Data kami adalah tingkat kelurahan di tingkat provinsi, karena kami punya data sampai titik lokasi kelurahan per jumlah penduduk di kelurahan itu. Bagi kelurahan yang paling tinggi angkanya, kami berikan ke tingkat kota, tim kota yang mencari di kelurahan itu dimana RW-nya," ucapnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA