Kamis 18 Jun 2020 15:23 WIB

Komisi I DPR Sudah Putuskan 32 Dubes, tapi Rahasia

Karding menilai, secara umum kualitas dan kapasitas 32 calon dubes itu sangat baik.

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra
Anggota Komisi I DPR, Abdul Kadir Karding.
Foto: Republika TV/Havid Al Vizki
Anggota Komisi I DPR, Abdul Kadir Karding.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Komisi I DPR, Abdul Kadir Karding mengatakan, Komisi I DPR telah mengambil keputusan terkait 32 calon Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh (LBBP) untuk negara sahabat, setelah melaksanakan uji kelayakan dan kepatutan selama tiga hari sejak Selasa-Kamis (16-18/6). "Untuk pengambilan keputusan di Komisi I DPR sudah diambil keputusan, diambil dalam rapat internal komisi tadi siang," kata Karding di Jakarta, Kamis (18/6).

Hanya saja, anggota Fraksi PKB DPR itu tidak menjelaskan, apa hasil rapat internal Komisi I DPR terkait 32 calon dubes LBBP. Dia menjelaskan, hal tersebut bersifat rahasia sehingga tidak bisa disampaikan kepada publik.

Menurut Karding, hasil keputusan Komisi I DPR tersebut akan disampaikan kepada pimpinan dewan untuk diagendakan pengambilan keputusan dalam sidang paripurna DPR. "Keputusan Komisi I DPR bersifat rahasia sehingga mohon maaf tidak bisa disampaikan kepada publik. Nanti hasilnya disampaikan kepada Pimpinan DPR untuk diambil keputusan dalam rapat paripurna," ujarnya.

Selain itu, Karding menilai, secara umum kualitas dan kapasitas 32 calon dubes tersebut sangat baik karena sebagian besar berasal dari karier di Kementerian Luar Negeri (Kemenlu). Menurut dia, ada satu hingga dua orang calon dubes berasal dari luar Kemenlu, namun secara kapasitas dan pengalaman sangat baik.

 
"Misalnya Muhammad Lutfi yang pernah menjadi kepala BKPM dan dubes RI untuk Jepang. Lalu ada Suryopratomo yang punya pemahaman kuat soal ekonomi dan hubungan bilateral dua negara," katanya.

Karding menganggap, ke-32 calon dubes tersebut merupakan orang-orang yang memiliki kapasitas yang bisa menjadi perwakilan Indonesia seperti yang diharapkan Presiden Joko Widodo.

Menurut dia, Presiden Jokowi berharap para dubes Indonesia untuk negara sahabat tidak hanya menjalankan tugas diplomasi politik, sosial dan budaya saja namun mengutamakan diplomasi ekonomi. "Diplomasi ekonomi 80 persen sehingga ada manfaat untuk Indonesia," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement