Kamis 18 Jun 2020 09:01 WIB

Ini Kunci Keamanan Pangan yang Wajib Diketahui

Masyarakat semakin sadar mengonsumsi makanan gizi seimbang untuk imunitas tubuh.

Kondisi pandemi yang melanda berbagai kawasan di dunia membuat kalangan masyarakat semakin berminat mengonsumsi pangan sehat dan berkualitas.
Foto: ANTARA/BUDI CANDRA SETYA
Kondisi pandemi yang melanda berbagai kawasan di dunia membuat kalangan masyarakat semakin berminat mengonsumsi pangan sehat dan berkualitas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kondisi pandemi yang melanda berbagai kawasan di dunia membuat kalangan masyarakat semakin berminat mengonsumsi pangan sehat dan berkualitas. Hal itu tak lain sebagai upaya menjaga daya tahan tubuh.

Direktur Southeast Asian Food and Agricultural Science and Technology Center (SEAFAST), Nuri Andarwulan mengemukakan hasil kajian pada 2020 terdapat perubahan gaya hidup pada masyarakat Indonesia selama masa pandemi Covid-19. Beragam perubahan gaya hidup itu antara lain mulai mencoba mengonsumsi menu makanan sehat (90 persen), serta menguji resep-resep makanan baru (61 persen).

Baca Juga

"Kebiasaan makan sehat sudah banyak diterapkan oleh masyarakat. Namun, pandemi menyadarkan masyarakat untuk mengutamakan konsumsi makanan bergizi seimbang untuk meningkatkan imunitas tubuh," kata Nuri, Kamis (18/6).

Ia memaparkan terdapat pola makan baru yang coba diperkenalkan, yaitu mengonsumsi beragam makanan yang mengandung gizi seimbang, memperhatikan konsumsi GGL (gula, garam, lemak), mengatur jadwal makan besar dan snack, dan tidak lupa memerhatikan keamanan pangan.

Nuri juga menyampaikan lima kunci keamanan pangan yang harus diterapkan masyarakat sesuai standar WHO dan BPOM di Indonesia. Pertama, mencuci tangan dan peralatan masak sebelum mengolah makanan. Kedua, memisahkan peralatan memasak seperti pisau dan talenan dan wadah untuk pangan mentah dan matang.

Ketiga, memasak dengan benar dan matang. Keempat, menyimpan makanan sesuai dengan suhu aman yang dianjurkan. Terakhir, selalu gunakan air dan bahan makanan yang aman, yang bebas dari cemaran fisik, biologis, kimia berbahaya (pestisida, herbisida), dan menggunakan air jernih yang tidak berbau dan berasa.

Sementara itu, Head of Corporate Quality Management Nestlé Indonesia Anas Noor Wahid menjelaskan, pihaknya memiliki komitmen untuk terus menjaga stabilitas produksi dan distribusi produk-produk makanan dan minuman berkualitas.

"Komitmen ini dijalankan dengan mengacu pada empat pilar dalam kebijakan mutu, yaitu berkomitmen pada seluruh konsumen, menjaga keamanan dan kepatuhan produk, mempertahankan preferensi dan konsistensi, dan memastikan tidak ada kecacatan produk dan tidak menghasilkan limbah," ucapnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement