Wednesday, 10 Rabiul Akhir 1442 / 25 November 2020

Wednesday, 10 Rabiul Akhir 1442 / 25 November 2020

Anies: Revitalisasi 4 Stasiun Terpadu Habiskan Rp 25 Miliar

Rabu 17 Jun 2020 21:17 WIB

Red: Israr Itah

Menteri BUMN Erick Thohir berbicang bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Menteri BUMN Kartiko Wirjoatmodjo berbincang usai peresmian stasiun terpadu di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Rabu (17/6).

Menteri BUMN Erick Thohir berbicang bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Menteri BUMN Kartiko Wirjoatmodjo berbincang usai peresmian stasiun terpadu di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Rabu (17/6).

Foto: Prayogi/Republika
Ke depannya, direncanakan ada empat stasiun lagi yang akan dibuat terpadu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan revitalisasi empat stasiun Kereta Rel Listrik (KRL) terpadu yakni Senen, Sudirman, Juanda, dan Tanah Abang menghabiskan anggaran hingga Rp 25 miliar.

"Kalau kemarin untuk empat stasiun yang direvitalisasi menjadi stasiun terpadu, dana yang dihabiskan adalah Rp 25 miliar," kata Anies menjawab pers selepas peresmian empat stasiun terpadu di Jakarta, Rabu (17/6).

Dana untuk merevitalisasi empat stasiun menjadi terpadu tersebut berasal dari PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (MITJ). Ini merupakan perusahaan patungan antara PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta.

Baca Juga

Dengan dana itu, empat stasiun tersebut yakni yang dimulai pengerjaannya pada 10 Januari 2020 tersebut, ditargetkan selesai pada Maret 2020, namun tertunda karena merebaknya Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

"Proyek ini sendiri sebenarnya selesai pertengahan Mei 2020, tapi kita tidak akan meresmikan sampai PSBB masa transisi dimulai. Sesungguhnya bisa diresmikan Mei, tapi dalam masa PSBB, kita tunda sampai bulan Juni," kata dia.

Ke depannya, direncanakan ada empat stasiun lagi yang akan dibuat terpadu, yakni Manggarai, Tebet, Gondangdia, dan Palmerah. Sementara Stasiun Kota Tua diusulkan untuk direvitalisasi.

"Ini kelihatannya setiap peresmian ada satu usulan lagi. Jadi saat ini usulannya adalah Kota Tua, jika ini jadi, Pemprov saat ini sedang dalam proses penataan di sana," kata Anies.

Untuk lima stasiun tersebut, secara total diprediksi menggunakan dana Rp 40 miliar dengan target penyelesaian antara tiga hingga lima bulan.

"Proses kemarin (empat stasiun) secara total lima bulan. Tapi dengan pengalaman itu, Insya Allah ke depan kita bisa mengerjakan lima stasiun bisa selesai dalam tiga bulan," kata Anies.

Saat ini, empat stasiun yang diperbaharui tersebut adalah dari fisik stasiun yang diperindah termasuk penambahan petunjuk jalan (signage dan way finding) berstandar internasional untuk kenyamanan pengguna layanan.

Selain itu, ditata sedemikian rupa untuk keperluan integrasi berbagai moda transportasi seperti MRT, TransJakarta, Kereta Bandara, Angkutan Kota, hingga ojek motor.

"Harapannya agar nanti di Jakarta bisa terwujud fasilitas kendaraan umum masal yang terintegrasi. Karena kita tahu persis bahwa ketika kendaraan umum itu tersedia tapi tidak terintegrasi, maka masyarakat tidak akan menggunakannya dengan optimal. Dan ini hampir tidak mungkin kita bisa kerjakan bila tidak terjadi kolaborasi," ujar Anies.

Pemprov DKI Jakarta dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) serta Kementerian Perhubungan meresmikan empat stasiun terpadu sekaligus pada Rabu siang. Adapun empat stasiun yang diresmikan itu adalah Stasiun Juanda, Stasiun Pasar Senen, Stasiun Tanah Abang dan Stasiun Sudirman.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA