Monday, 9 Rabiul Awwal 1442 / 26 October 2020

Monday, 9 Rabiul Awwal 1442 / 26 October 2020

90 Persen Masyarakat Konsumsi Makanan Sehat Selama Pandemi

Rabu 17 Jun 2020 17:23 WIB

Red: Ani Nursalikah

90 Persen Masyarakat Konsumsi Makanan Sehat Selama Pandemi

90 Persen Masyarakat Konsumsi Makanan Sehat Selama Pandemi

Foto: flickr
Konsumsi makanan dengan gizi seimbang menjadi sebuah kebiasaan baru.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pandemi Covid-19 mendatangkan perubahan gaya hidup baru di tengah masyarakat, salah satunya kebiasaan mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang.

Baru-baru ini, Kantar mempublikasikan hasil penelitiannya di Indonesia pada Maret 2020 yang menunjukkan 90 persen responden mulai mencoba mengonsumsi menu makanan sehat, 61 persen menguji resep-resep makanan baru, dan 41 persennya mengonsumsi kudapan harian lebih banyak dari biasanya.

Direktur SEAFAST, Prof Nuri Andarwulan mengatakan pandemi Covid-19 telah mendatangkan kesadaran masyarakat untuk mengonsumsi makanan sehat guna meningkatkan imunitas tubuh. Bahkan, mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang menjadi sebuah kebiasaan baru.

Baca Juga

"Kebiasaan makan sehat sebenarnya sudah banyak diterapkan oleh masyarakat. Namun, pandemi menyadarkan masyarakat untuk mengutamakan konsumsi makanan bergizi seimbang untuk meningkatkan imunitas tubuh," kata Nuri dalam Kelas Jurnalis Nestle Indonesia, Rabu (17/6).

"Kebiasaan makan sehat baru yang coba diperkenalkan adalah mengonsumsi beragam makanan yang mengandung gizi seimbang, sesuaikan porsi makanan dengan konsep 'Isi Piringku' (karbohidrat, lemak, protein) dari Kementerian Kesehatan," lanjutnya.

Selain mengikuti konsep menu gizi seimbang, Nuri mengatakan, hal lain tak kalah penting dalam menerapkan pola hidup sehat adalah memperhatikan jumlah gula, garam, dan lemak yang masuk ke tubuh.

"Yang paling bagus adalah mengurangi konsumsi gula, garam, dan lemak. Lalu, rencanakan juga waktu makan dengan tepat antara makan besar dan snack. Karena selama pandemi secara psikologi orang banyak yang stres sehingga konsumsi pangan jadi tidak teratur. Untuk mengurangi stres orang jadi makan terus-menerus," ujar Nuri.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA