Rabu 17 Jun 2020 08:37 WIB

Ditopang Tanda-Tanda Pemulihan Ekonomi, Wall Street Menguat

Penjualan ritel AS melonjak 17,7 persen pada Mei berkat pelonggaran karantina.

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Friska Yolandha
Pemandangan  tentang tanda Wall Street di dekat Bursa Efek New York di New York, New York, AS, 15 Juni 2020. Investor terus mencoba dan memprediksi dampak ekonomi global dari pandemi coronavirus yang sedang berlangsung.
Foto: EPA-EFE/JUSTIN LANE
Pemandangan tentang tanda Wall Street di dekat Bursa Efek New York di New York, New York, AS, 15 Juni 2020. Investor terus mencoba dan memprediksi dampak ekonomi global dari pandemi coronavirus yang sedang berlangsung.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Wall Street menguat pada akhir perdagangan Selasa (16/6), ketika prospek stimulus tambahan dan rekor kenaikan dalam penjualan ritel menunjukkan ekonomi AS dapat bangkit kembali lebih cepat dari perkiraan, lima bulan ke dalam resesi akibat pandemi. Ketiga indeks saham utama AS membukukan kenaikan harian ketiga berturut-turut. 

Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 526,82 poin atau 2,04 persen, menjadi ditutup di 26.289,98 poin. Indeks S&P 500 naik 58,15 poin atau 1,90 persen, menjadi berakhir di 3.124,74 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup meningkat 169,84 poin atau 1,75 persen, menjadi 9.895,87 poin.

Baca Juga

Semua 11 sektor utama S&P 500 utama berakhir lebih tinggi. Sektor energi dan perawatan kesehatan masing-masing naik 2,82 persen dan 2,44 persen, memimpin keuntungan.

Dow dan S&P masih berada sekitar 11 persen dan delapan persen di bawah rekor penutupan tertinggi masing-masing yang dicapai pada Februari. Sementara Nasdaq masih berada sekitar satu persen di bawah penutupan tertinggi sepanjang masa yang dicapai pada 10 Juni.

Data yang dirilis oleh Departemen Perdagangan menunjukkan penjualan ritel melonjak dengan rekor 17,7 persen pada Mei. Ini melampaui kenaikan yang diperkirakan para analis sebesar delapan persen, menyusul penurunan 14,7 persen pada April.

Selera risiko investor diberi dorongan lebih lanjut oleh paket infrastruktur yang diperkirakan sebesar satu triliun dolar AS dari pemerintah Trump yang bertujuan untuk menghidupkan kembali ekonomi. "Angka penjualan ritel adalah kisah yang mendorong pasar lebih tinggi. Tapi aroma stimulus di udara menambah keuntungan hari ini," kata Ryan Detrick, ahli strategi pasar senior di LPL Financial di Charlotte, North Carolina.

Di tengah kebangkitan kasus baru Covid-19 di China dan Amerika Serikat, bersama dengan perkembangan pandemi yang tak terkendali di Amerika Latin dan di tempat lain, percobaan obat yang dipimpin Inggris menunjukkan dosis rendah obat steroid generik dexamethasone mengurangi tingkat kematian Covid-19 di antara kasus yang paling parah. "Kami mendapat berita yang berpotensi lebih positif dalam perang melawan Covid-19," tambah Detrick.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement