Rabu 17 Jun 2020 04:46 WIB

Bos Toko Material di Sukabumi Tewas Saat Mengejar Maling

Korban berinisial W (47) berteriak meminta tolong karena memergoki pencuri.

Pencurian/Maling (Ilustrasi)
Foto: pixabay
Pencurian/Maling (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,SUKABUMI -- Polres Sukabumi Kota hingga saat ini masih melakukan penyelidikan tewasnya bos toko material atau bahan bangunan dalam kondisi mengenaskan saat mengejar maling yang diduga hendak masuk ke rumah di Kampung Cimahi, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

"Kami masih melakukan penyelidikan atas kasus tewasnya seorang pengusaha dengan kondisi terluka saat mengejar maling di Desa Cibolangkaler, Kecamatan Cisaat pada Selasa," kata Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sumarni di Sukabumi, Selasa (16/6).

Informasi yang dihimpun dari pihak kepolisian, kejadian tersebut berawal korban berinisial W (47) berteriak meminta tolong karena memergoki pencuri. Tetangga korban yakni Eko (saksi) yang mendengar suara teriakan tersebut langsung keluar rumah, kemudian mengikuti arah korban berlari diduga mengejar pencuri tersebut.

Namun nahas, saksi malah melihat korban sudah dalam keadaan tengkurap di seberang jalan raya dan tidak bergerak. Melihat tubuh W dalam kondisi mengenaskan, Eko kemudian memanggil kerabat korban dan tidak lama keluarga serta warga sekitar berkumpul.

Jasad pria tersebut langsung dievakuasi dan dilarikan ke RSUD R Syamsudin SH, tetapi diduga korban meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP). Hingga saat ini, jenazah almarhum masih dalam proses otopsi untuk mengetahui penyebab kematiannya.

"Anggota kami sudah melakukan olah TKP, meminta keterangan saksi dan mengumpulkan barang bukti untuk mengungkap kasus tersebut, namun belum bisa dipastikan penyebab utama korban meninggal, karena kasus ini masih dalam penyelidikan," kata polwan pertama yang menjabat sebagai kapolres di Sukabumi ini.

Sementara, Ketua Tim Informasi dan Penanganan Keluhan RSUD R Syamsudin SH Muhammad Yusuf Ginanjar mengatakan dari hasil otopsi ditemukan sejumlah luka menganga di bagian kepala, kemudian, dada, lengan dan paha mengalami patah tulang.

"Hasil pemeriksaan terhadap jasad korban ini, sudah kami laporkan untuk kepentingan pihak kepolisian, kami hanya diberi tugas untuk memeriksa kondisinya," ucapnya.

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement