Monday, 9 Rabiul Awwal 1442 / 26 October 2020

Monday, 9 Rabiul Awwal 1442 / 26 October 2020

Menhub: Kita tidak Ingin Gelombang Kedua Covid-19 Terjadi

Selasa 16 Jun 2020 18:57 WIB

Red: Andri Saubani

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (tengah). (ilustrasi)

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (tengah). (ilustrasi)

Foto: Republika/Rahayu Subekti
Menurut Budi Karya, pemerintah mengharapkan wabah Covid-19 berakhir pada September.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyatakan, pemerintah tidak menginginkan adanya gelombang kedua serangan infeksi Covid-19 di Indonesia. Menurut Budi, pemerintah mengharapkan, wabah Covid-19 di Tanah Air akan berakhir pada September mendatang.

“Kami dari sektor perhubungan selalu menjadikan kesehatan itu panglima, tidak dibayangkan seperti yang terjadi sekarang di Beijing ada second wave (gelombang kedua), kita tak ingin itu terjadi. Bapak presiden bilang kalau kita bisa ini cuma sekali gelombang dan kita selesaikan bulan September, Insya Allah,” kata Budi dalam diskusi daring yang bertajuk Antisipasi dan Adaptasi Dunia Usaha Transportasi dalam Kenormalan Baru di Jakarta, Selasa (16/6).

Lebih lanjut, Budi menyampaikan pesan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar masyarakat dan seluruh elemen tidak larut dalam pandemi Covid-19. “Di satu sisi kesehatan adalah panglima yang harus kita jaga, tetapi kita punya amanah lain, kita punya tugas-tugas lain, kita harus bertahan, kita tidak boleh terkapar,” katanya.

Saat ini, lanjut dia, Indonesia sudah memasuki adaptasi normal baru di mana hal yang baru terjadi. Karena itu, pelaksanaan adaptasi itu harus diawasi dan dipatuhi bersama-sama.

“Kita memang masuk satu era yang namanya adaptasi baru. Suatu adaptasi yang tidak pernah kita pikirkan, tidak pernah kita bikin feasibility study (studi kelaikan), tidak pernah ada justifikasinya apa yang harus kita lakukan, tapi harus kita lakukan. Oleh karenanya adaptasi baru ini harus kita endorse dan awasi sama-sama,” katanya.

Di sektor perhubungan, ia menyebutkan okupansi menurun yang berpengaruh juga terhadap pendapatan yang merosot. Karena itu, Budi mengatakan, pihaknya tengah membahas permasalahan tarif dengan Gugus Tugas.

“Tidak mungkin Kemenkes sendiri, tidak mungkin kami Kemenhub sendiri, oleh karenanya hirarki ada Gugus Tugas, saya sedang bahas tarif dan data-data transportasi,” katanya.

Budi menambahkan, keberhasilan dalam membasmi Covid-19 juga ada di tingkat kepatuhan dan kedisiplinan masyarakat. Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 per 16 Juni 2020, terkonfirmasi sebanyak 40.400 kasus dengan tambahan 1.106 kasus, 22.466 dirawat, 15.703 sembuh dan 2.231 meninggal.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA