Wednesday, 15 Safar 1443 / 22 September 2021

Wednesday, 15 Safar 1443 / 22 September 2021

Dukungan The Fed untuk UMKM Dorong IHSG Melesat 3,5 Persen 

Selasa 16 Jun 2020 15:42 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Friska Yolandha

IHSG menguat di tengah faktor kekhawatiran gelombang kedua Covid-19 di China, Eropa

IHSG menguat di tengah faktor kekhawatiran gelombang kedua Covid-19 di China, Eropa

Foto: Antara/M Risyal Hidayat
IHSG menguat di tengah faktor kekhawatiran gelombang kedua Covid-19 di China.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona hijau pada perdagangan hari ini, Selasa (16/6). Indeks saham konsisten melaju di teritori positif sejak pembukaan sesi II dan berakhir menguat 3,52 persen ke posisi 4.986,45. 

Mengikuti indeks pasar saham Asia, IHSG menguat di tengah faktor kekhawatiran gelombang kedua Covid-19 di China, Eropa dan Amerika Serikat. Nikkei 225 naik tajam 4,88 persen diikuti Hang Seng menguat 2,39 persen dan Shanghai meningkat 1,44 persen. 

Direktur riset Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, melihat penguatan pasar saham Asia termasuk IHSG diselimuti oleh optimisme terhadap kebijakan The Fed.

"The Fed mengumumkan langkah lebih lanjut untuk mendukung pasar di tengah pandemi virus corona tentunya ini sebagai trigger bagi pasar saham," kata Nico, Selasa (16/6). 

The Fed mengumumkan akan memulai membeli obligasi korporasi individiual di bawah Secondary Market Corporate Credit Facility. Program ini memiliki kemampuan untuk membeli surat utang korporasi hingga 750 miliar dolar AS. 

Hal tersebut dilakukan sebagai upaya berkelanjutan dari The Fed untuk mendukung fungsi pasar dan mempermudah situasi dan kondisi kredit. The Fed juga merilis program pinjaman Main Street untuk usaha kecil dan menengah.

Menurut Nico, pengumuman terbaru ini juga menunjukkan The Fed akan terus mendukung pasar kredit selama wabah berlangsung. "Kebijakan yang dikeluarkan oleh The Fed tampaknya di repsons positif oleh pasar yang sedang menghadapi kecemasan lumpuhnya pertumbuhan ekonomi," jelas Nico.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA