Sunday, 8 Rabiul Awwal 1442 / 25 October 2020

Sunday, 8 Rabiul Awwal 1442 / 25 October 2020

UGM Wajibkan Mahasiswa Baru Rapid Test

Selasa 16 Jun 2020 05:30 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Fernan Rahadi

Universitas Gadjah Mada

Universitas Gadjah Mada

Foto: en.wikipedia.org
GMC dan Satgas Covid-19 UGM akan melakukan sosialisasi ke pemilik kos.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Universitas Gadjah Mada (UGM) akan melakukan pemeriksaan kesehatan bagi calon mahasiswa baru baik dari program D5 terapan, sarjana dan pascasarjana. Ini untuk mencegah penularan Covid-19 dan jelang penerimaan mahasiswa baru

Dokter dari Klinik Gama Medical Center (GMC) UGM, dr Yuanita mengatakan, setiap mahasiswa baru memang sudah diminta membawa hasil rapid test masing-masing dari daerah asal. Tapi, sampai di DIY akan diperiksa kembali di GMC.

"Sekaligus pendataan dan pemeriksaan terkait Covid-19, jika yang berasal dari zona merah atau ada indikasi medis kami arahkan untuk isolasi mandiri di asrama mahasiswa," kata Yuanita.

Yuanita menerangkan, bagi mahasiswa baru UGM yang tidak memiliki indikasi terkena Covid-19, merekan diminta tetap isolasi mandiri 14 hari di kos masing-masing. Mereka akan dipantau langsung Satgas Covid-19 UGM.

Ia menjelaskan, isolasi mandiri menjadi salah satu protokol pencegahan Covid-19. Sekaligus, mengikuti surat edaran Bupati Sleman, Sri Purnomo, yang meminta pendataan dan pemeriksaan mahasiswa yang kos sekitaran kampus.

Idealnya, seluruh mahasiswa baru akan dilakukan pemeriksaan Covid-19 lewat rapid test atau swab. Meski begitu, tidak semuanya akan dilakukan rapid test ketika datang karena di GMC hanya untuk beberapa mahasiswa kurang mampu.

"Seperti penerima beasiswa bidikmisi dan mahasiswa dengan UKT 1 dan 2," ujar Yuanita.

Menurut Yuanita, petugas medis GMC hanya melakukan pemeriksaan secara klinis dan pemantauan selama 14 hari. Tapi, kalau saat pemeriksaan ditemukan gejala klinis atau tanda mengarah Covid-19 diberi pengobatan dan dirujuk jika perlu.

"Uji swab baru akan dilakukan jika hasil rapid test reaktif. Mekanismenya terjadwal setiap hari dengan kuota 200 peserta dengan empat dokter," kata Yuanita.

Terkait kekhawatiran pemilik kos di lingkungan sekitar kampus, ia menekankan GMC dan Satgas Covid-19 UGM akan melakukan sosialisasi ke pemilik kos. Saat ini, mereka sedang melakukan pendekatan ke masyarakat.

"Termasuk, untuk protokol isolasi mandiri akan disosialisasikan lebih lanjut dari Tim Satgas Covid-19," ujar Yuanita.

Selain pemeriksaan kesehatan, GMC melakukan kegiatan rutin rapid test untuk mahasiswa tingkat akhir yang akan melakukan penelitian di laboratorium. Terlebih, saat ini mereka yang memang diwajibkan rapid test di GMC.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA