Selasa 16 Jun 2020 04:19 WIB

Emil Bantu Mahasiswa Papua dan Kampanyekan Antirasisme

Mahasiswa Papua yang belajar di Jawa Barat tidak ada yang terkena Covid-19

Rep: arie lukihardianti/ Red: Hiru Muhammad
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memberikan bantuan berupa uang tunai Rp 25 juta serta sembako bagi para mahasiswa Papua di Jawa Barat.  Penyerahan bantuan itu berlangsung di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Senin (15/6).
Foto: humas Pemprov Jabar
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memberikan bantuan berupa uang tunai Rp 25 juta serta sembako bagi para mahasiswa Papua di Jawa Barat. Penyerahan bantuan itu berlangsung di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Senin (15/6).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG--Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memberikan bantuan berupa uang tunai Rp 25 juta serta sembako bagi para mahasiswa Papua di Jawa Barat.

Penyerahan bantuan itu berlangsung di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Senin (15/6). Pertemuan itu berlangsung santai, Ridwan dan perwakilan mahasiswa sempat bersenandung diiringi petikan gitar membawakan lagu Halo-halo Bandung dan Di Sana Pulauku. 

Menurut Ridwan Kamil, bantuan itu diberikan untuk meringankan beban kebutuhan para mahasiswa rantau khususnya asal Papua yang tengah belajar di Jawa Barat saat pandemi Covid-19.

"Semua kelompok mahasiswa khususnya Papua sudah dibantu di awal-awal pandemi kita kasih dana dan sembako juga. Cuma kurang-kurangnya kita tambahi, hari ini kita tambahkan sembako dan dana Rp 25 juta dari uang pribadi. Mudah-mudahan bisa dimanfaatkan," ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil.

Emil menjelaskan kepada para mahasiswa tentang perkembangan Covid-19 di Jabar sebagai bekal informasi bagi mereka kepada orangtuanya di kampung halaman. Ia juga mendapat laporan, dari 1000-an mahasiswa Papua yang belajar di Jawa Barat tidak ada yang terkena Covid-19.

"Tadi saya juga update agar mereka bisa sampaikan ke orangtuanya bahwa Covid di Jabar dalam kategori terkendali mulai angka reproduksi, junlrah kasus dan lain-lain. Sehingga orangtuanya tenang," katanya.

Emil pun bersama para mahasiswa Papua turut mengampanyekan antirasisme yang tengah jadi isu hangat internasional. Menurutnya, tak ada tempat bagi rasisme di tanah Indonesia. 

"Kawan-kawan meminta saya membawa semangat stop rasisme. Saya kira pelajaran di seluruh dunia juga sama, dunia diciptakan dengan perbedaan. Hanya orang-orang bodoh yang selalu mengedepankan mengglorifikasi perbedaan," katanya. 

Rasisme tak boleh ada di Indonesia karena bertentangan dengan sila kedua Pancasila,  Kemanusiaan yang adil dan beradab dan  sila ketiga Persatuan Indonesia. Emil, tadinya berencana untuk mengunjungi Papua. Namun, pandemi Covid-19 membuat rencananya tertunda. "Saya sudah lama gak ke Papua tadinya mau persiapan PON, mau bikin rumah Jabar di sana, mengunjungi pohon yang saya tanam di Wamena tapi gara-gara Covid semuanya ditunda," kata Emil seraya berharap pesan yang tadi bisa menguatkan semangat kebersamaan semua masyarakat Papua. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement