Friday, 10 Safar 1443 / 17 September 2021

Friday, 10 Safar 1443 / 17 September 2021

Muhammad Ali Kecil: Dari Yesus Sampai Malaikat Semua Putih

Senin 15 Jun 2020 08:52 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Gilang Akbar Prambadi

Foto yang diberikan Sports Illustrated pada Sabtu (4/6), menunjukkan kover terbaru mengenang petinju sepanjang masa Muhammad Ali. Foto tersebut diambil pada 9 Oktober 1970 saat Ali berlatih di Miami Beach.

Foto yang diberikan Sports Illustrated pada Sabtu (4/6), menunjukkan kover terbaru mengenang petinju sepanjang masa Muhammad Ali. Foto tersebut diambil pada 9 Oktober 1970 saat Ali berlatih di Miami Beach.

Foto: Sports Illustrated via AP
Ali heran mengapa Yesus, Bunda Maria, dan para malaikat hanya berkulit putih.

REPUBLIKA.CO.ID, MIAMI -- Legenda tinju dunia Muhammad Ali punya rasa penasaran tinggi ketika masih anak-anak. Ali kecil sering bertanya pada ibunya tentang mengapa sesuatu yang bagus-bagus itu disebut "putih". Bahkan, ia bertanya mengapa Yesus digambarkan berkulit putih.

Ali kecil memang beragama Kristen sehingga tak heran ia mempertanyakan mengapa Sinterklas, malaikat, dan Bunda Maria selalu digambarkan berkulit putih. "Waktu kecil saya tanya ke ibu bagaimana bisa segala hal disebut putih? Mengapa Yesus digambarkan berkulit putih, berambut pirang, dan bermata biru. Mengapa seluruh murid Yesus, malaikat, paus, Bunda Maria, semua digambarkan berkulit putih?" kata Ali bertanya ke ibunya kala itu, dikutip ketika wawancara dengan BBC pada 1971.

Ali kecil sempat ragu bisa masuk surga. Pasalnya, dalam gambaran yang diketahuinya, tak ada orang kulit hitam di surga. "Ibu, apa kita meninggal akan masuk surga? 'Tentu saja,' kata ibu. Lalu, mengapa tidak ada malaikat berkulit hitam? 'Oh,' kata ibu, 'saat orang-orang putih masuk surga, malaikat kulit hitam sedang berada di dapur menyiapkan susu dan madu, jadi tidak ikut masuk ke dalam gambar,'" kata Ali mengenang percakapan dengan ibunya.

"Waw, bahkan presiden pun tinggal di White House (Gedung Putih), bukan Black House," ujar Ali.

Tingginya rasa penasaran Ali ternyata membuat ibunya bingung memberi jawaban. Ali tampak sebagai sosok kritis sejak anak-anak. Ali akhirnya memeluk Islam pada 1964 setelah proses panjang.

"Ibu menyuruh saya berhenti bertanya. Namun, saya selalu ingin tahu mengapa harus mati lebih dahulu sebelum masuk surga? Mengapa tidak bisa sekarang saya menikmati itu semua," ucap Ali kecil.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA