Tuesday, 13 Jumadil Akhir 1442 / 26 January 2021

Tuesday, 13 Jumadil Akhir 1442 / 26 January 2021

Demo Pembangunan Gedung di Makam Muslim Ricuh di Tel Aviv

Ahad 14 Jun 2020 09:38 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Christiyaningsih

Pemakaman muslim era Ottoman di Tel Aviv akan diubah menjadi penampungan tunawisma. Ilustrasi.

Pemakaman muslim era Ottoman di Tel Aviv akan diubah menjadi penampungan tunawisma. Ilustrasi.

Foto: AP
Pemakaman muslim era Ottoman di Tel Aviv akan diubah menjadi penampungan tunawisma

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV -- Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Israel melaporkan, sejumlah kendaraan dibakar dan sebuah bangunan dibom di Jaffa, Tel Aviv, pada Jumat (12/6) tengah malam. Peristiwa ini terjadi saat kerusuhan berlanjut mengenai rencana membangun tempat penampungan tunawisma di tanah pemakaman tua umat Islam.

Menurut situs berita N12, sebanyak 13 insiden vandalisme terjadi dalam semalam. Salah satunya mobil dan truk yang dibakar dan sebuah bangunan milik pemerintah kota Tel Aviv-Jaffa diserang dengan bom molotov. Petugas pemadam yang merespons dengan memadamkan api sekitar pukul 04.00 pada Sabtu (13/6).

Pemerintah kota Jaffa mengeluarkan pernyataan yang mengutuk serangan itu. "Para pelaku tindakan ini adalah bagian dari kelompok kecil yang tidak mewakili sebagian besar penduduk Jaffa, yang memiliki kepercayaan besar pada pemerintah kota," ujar pernyataan tersebut dilansir Times of Israel.

Pemerintah Kota mengatakan tindakan-tindakan ini tidak akan memengaruhi rencana untuk membangun tempat penampungan tunawisma. Proses pembangunan akan terus berlanjut sesuai dengan persetujuan pengadilan.

Polisi mengatakan petugas sedang bekerja untuk mengidentifikasi para pelaku. Mereka dicari dengan tuduhan melakukan kegiatan perundungan, mengganggu rutinitas warga sehari-hari, membahayakan kehidupan manusia, dan merusak properti.

Sejak 10 Juni, puluhan pengunjuk rasa turun ke jalan-jalan di Jaffa. Mereka bentrok dengan polisi, membakar tong sampah, dan melemparkan batu ke arah petugas.

Demonstrasi itu lebih kecil daripada yang terjadi sehari sebelumnya dengan mendatangkan sekitar 300 pemrotes. Mereka bentrok dengan polisi. Polisi mengatakan, para demonstran membakar tong sampah dan beberapa mobil. Beberapa laporan mengatakan kekerasan dimulai ketika polisi memblokir demonstran dan mencoba membubarkan dengan kekerasan.

Perselisihan itu terjadi karena sebuah situs yang dikenal dalam bahasa Arab sebagai Maqbarat al-Is'aaf. Tempat ini merupakan satu-satunya kuburan Muslim di Tel Aviv.

Menurut pengajuan pengadilan, pemakaman itu telah luput dari perhatian selama bertahun-tahun. Namun, Tel Aviv Development Fund memutuskan untuk menghancurkan rumah berlantai satu era Utsmaniyah untuk digunakan sebagai tempat penampungan tunawisma tiga lantai.

Proses ini telah memakan setahun lamanya. Akhirnya setelah buldoser menghancurkan bangunan itu, tulang-tulang dari 30 orang ditemukan telah terkubur di dalam bangunan. Kementerian Purbakala menetapkan kuburan itu berisi tulang-belulang dari zaman Ottoman sejak zaman Hellenistik. Dewan Islam membangun batu nisan di atas masing-masing kuburan.

Negosiasi antara Dewan dan pemerintah kota mengenai situs tidak berhasil. Pengadilan Tinggi kemudian memerintahkan agar pembangunan dihentikan, sehingga masalah tersebut dapat diputuskan di pengadilan.

Pertempuran berakhir pada Januari 2020, ketika pengadilan Tel Aviv menolak klaim Dewan untuk melestarikan bangunan tersebut. Hakim Avigayil Cohen menyatakan dalam putusan bahwa pemakaman itu tidak digunakan oleh komunitas selama setidaknya 100 tahun.

Tempat ini pun telah menjadi ruang publik sejak setidaknya tahun 1940-an tanpa keberatan hukum. Selain itu, tidak ada penggugat yang dapat mengklaim hubungan pribadi atau keluarga dengan jasad-jasad yang ada di bangunan itu.

"Konstruksi proyek ini merupakan respons terhadap kebutuhan publik dan menggunakan tanah yang belum digunakan sebagai kuburan selama lebih dari 100 tahun, dan komunitas Muslim sebelumnya tidak pernah memperlakukannya sebagai memiliki kekudusan atau memiliki kedekatan agama," ujar Cohen.

Argumen Cohen ini menyinggung beberapa warga Jaffa yang sangat menentang penghancuran struktur tempat itu sejak awal. "Komunitas Muslim di Jaffa pada umumnya dan semua penduduk kota tidak memiliki masalah dengan proyek tunawisma, dan itu tepat untuk menemukan lokasi fisik untuk itu, tetapi tidak di atas pemakaman Muslim," kata anggota dewan kota Tel Aviv, Amir Badran.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA