Sabtu 13 Jun 2020 02:03 WIB

148 Ribu Pedagang di Sumatra Utara Sudah Gunakan QRIS

Selama pandemi,pengguna QRIS meningkat di Sumatra Utara.

Dua orang mahasiswa melakukan transaksi menggunakan smartphone saat Sosialisasi metode pembayaran kode respons cepat berstandar nasional atau Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS).ilustrasi
Foto: Republika/M Amin Madani
Dua orang mahasiswa melakukan transaksi menggunakan smartphone saat Sosialisasi metode pembayaran kode respons cepat berstandar nasional atau Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS).ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN --  Jumlah merchant (pedagang) pengguna Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Sumatra Utara hingga Mei 2020 sudah mencapai 148.519. Selama pandemi COVID-19, jumlah yang menggunakan QRIS di Sumut semakin mengalami peningkatan.

Kepala Perwakilan Wilayah Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumut, Wiwiek Sisto Widayat mengatakan jumlah pedagang yang menggunakan QRIS di Sumut hingga Mei 2020 sudah mencapai 148.519 dari April yang masih 136.546.

Baca Juga

Pengguna QRIS sudah tersebar di seluruh wilayah di Sumut dengan terbanyak di Kota Medan. Pengguna QRIS di Medan lebih dari 50 persen dari total pemakai atau sebanyak 86.598 orang. Setelah Kota Medan, pengguna QRIS terbanyak Deliserdang dan Pematangsiantar.

BI Sumut, katanya memang meyakini sedikitnya akan ada 500-ribuan yang menjadi pengguna QRIS di Sumut hingga akhir tahun 2020. Penggunaan yang tinggi juga mengacu pada banyaknya usia milenial di Sumut dan termasuk tingginya pengguna dompet digital.

Apalagi, katanya, QRIS merupakan satu-satunya alat pembayaran yang tidak perlu lagi menggunakan banyak "barcode" dalam pembayaran dompet elektronik.

“Selain bisa untuk pembayaran, QRIS juga dapat digunakan untuk menerima sumbangan keagamaan dan sosial dan lainnya," katanya, Jumat (12/6).

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement