Jumat 12 Jun 2020 21:39 WIB

Pemerintah Diminta Pastikan Keamanan di Laut Natuna

Panglima perlu mengerahkan kapal perang dan pesawat pengintai di Laut Natuna Utara.

Video capture KRI Tjiptadi-381 yang beroperasi di bawah kendali Gugus Tempur Laut (Guspurla) Koarmada I menghalau kapal Coast Guard China saat melakukan patroli di Laut Natuna Utara, Kepulauan Riau, Senin (30/12/2019).
Foto: Antara/HO/Dispen Koarmada I
Video capture KRI Tjiptadi-381 yang beroperasi di bawah kendali Gugus Tempur Laut (Guspurla) Koarmada I menghalau kapal Coast Guard China saat melakukan patroli di Laut Natuna Utara, Kepulauan Riau, Senin (30/12/2019).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Komisi I DPR, Sukamta meminta  pemerintah memastikan keamanan wilayah Indonesia saat meningkatnya eskalasi di Laut Cina Selatan (LCS). Beberapa pekan terakhir, eskalasi meningkat akibat saling reaksi antara militer Cina dan Amerika Serikat (AS).

Peningkatan eskalasi di Laut China Selatan dinilai perlu menjadi perhatian serius. Sebab, wilayah Indonesia memiliki perbatasan langsung dengan Laut Cina Selatan. "Dan beberapa kali terjadi insiden kapal nelayan dengan kawalan cost guard Cina masuk ke Laut Natuna Utara yang masuk wilayah Indonesia," kata anggota Fraksi PKS tersebut, Jumat ().

                               

Dia menilai, kedaulatan wilayah Indonesia harus jadi prioritas paling utama untuk diamankan. Panglima TNI perlu mengerahkan kapal perang dan pesawat pengintai di Laut Natuna Utara guna mengantisipasi terulangnya pelanggaran oleh kapal asing.

                               

Menurut Sukamta, reaksi yang kuat dari pemerintah akan menjadi sinyal bagi Cina dan negara manapun untuk tidak mencoba masuk wilayah Indonesia. Dia menyarankan agar Indonesia tidak perlu masuk ke dalam arena konflik antara Cina dan AS karena politik luar negara Indonesia yang bebas aktif.

"Selain itu, Indonesia punya hubungan diplomatik yang baik dengan kedua negara," ujarnya.

                               

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement