Jumat 12 Jun 2020 20:31 WIB

Penunjukan Kembali Nicke Widyawati Dinilai Tepat

Nicke Widyawati kembali ditunjuk sebagai Dirut Pertamina.

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Nidia Zuraya
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati
Foto: Antara/Galih Pradipta
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian BUMN baru saja melakukan RUPS Pertamina dan menunjuk kembali Nicke Widyawati sebagai Direktur Utama Pertamina. Menanggapi hal tersebut, Direktur Executive Energy Watch Mamit Setiawan mengatakan bahwa penunjukan tersebut membuktikan kinerja Nicke Widyawati diakui oleh pemegang saham dalam hal ini pemerintah melalui Kementrian BUMN.

”Saya menganggap pemerintah memberikan nilai plus kepada Nicke Widyawati selama menjadi Dirut Pertamina. Dia berhasil untuk menunjukan bahwa ditengah kondisi sulit seperti ini Pertamina masih tetap bertahan dengan baik,” ujar Mamit Setiawan, Jumat (12/6).

Baca Juga

Mamit menyampaikan,di bawah kepemimpinan Nicke, Pertamina berhasil menyelesaikan beberapa program penting dengan capaian yang positif. "Saya kira banyak capaian yang sudah di lakukan oleh Pertamina di era Bu NW ini baik itu sektor hulu maupun hilir. Sepanjang 2019 saja, Pertamina melalui anak usahanya PHE Jambi Merang telah menyelesaikan survey siesmik laut regional 2D di wilayah terbuka sepanjang 23.063 km dimana itu merupakan survey seismic terbesar di Asia Pasifik dimana diharapkan bisa mendapatkan giant discovery,” ujar Mamit Setiawan.

Selain itu, kinerja Pertamina Hulu Mahakam (PHM) cukup memuaskan.”Pertamina Hulu Mahakam (PHM) melakukan pengeboran sebanyak 31 sumur sebagai upaya untuk menjaga penurunan produksi hingga di bawah 10”.

“Sektor hilir saya sangat berhasil selama ini dimana program BBM Satu Harga dimana sudah mencapai 161 titik daerah 3 T di seluruh wilayah Indonesia. Selain itu, program bio solar juga telah dilaksanakan dengan maksimal bahkan saat ini sudah mencapai B30 dimana lebih cepat dari target yang ditetapkan” ujarnya.

Mamit juga menambahkan Pertamina berhasil membangun infrastruktur di Indonesia Timur seperti 21 lokasi storage TBBM, 8 storage LPG dan 7 storage avtur dimana bertujuan untuk meningkatkan ketersediaan energi di wilayah Timur Indonesia.

Mamit juga menyampaikan bahwa Pertamina telah berhasil untuk tetap menjalankan program GRR dan RDMP yang di tugaskan oleh Pemerintah.

”Pembangunan kilang RDMP Balikpapan sudah mencapai tahapan konstruksi dengan prosentase 17 persen, RMDP Cilacap sudah 16 persen untuk early works dan dalam tahap mencari partner. Program RDMP dan GRR ini saya kira harus tetap dijalankan dengan tujuan kemandirian energi bagi bangsa kita.” Jelas Mamit kembali.

Selain itu,sejak Maret 2019 Pertamina berhasil untuk menghentikan impor Avtur dan April 2019 bisa menghentikan impor solar. Pertamina juga mampu menurunkan impor sejumlah 35 persen dan produksi sebesar 11 persen.

”Dengan demikian, Pertamina bisa mengurangi CAD sektor migas yang selama ini cukup besar selisihnya.” Urai Mamit kembali.

“Dengan semua capaian yang dilakukan, penunjukan kembali Nicke Widyawati sebagai Dirut Pertamina karena memang KPI-nya bagus dan bukan karena endorsement pihak lain” papar Mamit Setiawan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement