Wednesday, 2 Ramadhan 1442 / 14 April 2021

Wednesday, 2 Ramadhan 1442 / 14 April 2021

MTQ Provinsi Kepri Dijadwalkan Oktober 2020

Jumat 12 Jun 2020 14:19 WIB

Red: Ani Nursalikah

MTQ Provinsi Kepri Dijadwalkan Oktober 2020. Ilustrasi

MTQ Provinsi Kepri Dijadwalkan Oktober 2020. Ilustrasi

Foto: kemenag.go.id
MTQ Provinsi Kepri ditargetkan dihadiri sekitar 10 ribu penonton.

REPUBLIKA.CO.ID, TANJUNGPINANG -- Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) kembali memperpanjang waktu penundaan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) VIII tingkat Provinsi Kepri 2020 sampai Oktober mendatang. Kepala Biro Kesra Pemprov Kepri Aiyub mengatakan semula kegiatan ini semula dijadwalkan 11-17 April 2020, namun ditunda karena pandemi Covid-19 pada 13-19 Juni ini. 

Namun, karena situasi belum memungkinkan, maka ditunda lagi hingga Oktober 2020. "Kita putuskan diundur pada Oktober mendatang atau sebulan sebelum MTQ Nasional digelar," kata Aiyub, Jumat (12/6).

Penundaan inijuga menindaklanjuti surat edaran Gubernur Kepulauan Riau Nomor 120/443.1/HPP-SET/2020, tentang peningkatan kewaspadaan terhadap risiko penularan infeksi COVID-19. Dalam SEitu, semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta menunda serta membatasi kegiatan-kegiatan yang sifatnya mengumpulkan orang banyak.

Baca Juga

Ia pun akan berkoordinasi dengan Kementerian Agama RI terkait penundaan MTQ Kepri ini karena sebelumnya Pemprov Kepri telah meminta Menteri Agama Fachrul Razi membuka acara tersebut. "Dengan penundaan ini, otomatis kita akan berkoordinasi sekaligus mengatur ulang jadwal kunjungan Pak Menteri," ujarnya.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Provinsi KepriMahyudin menyebut pembangunan astaka MTQ Provinsi Kepri di kawasan Gurindam 12 Tanjungpinang sudah hampir rampung. Namun karena kegiatan ditunda, maka waktu penyelesaian pembangunan pun perlu disesuaikan.

"Pagu anggaran Rp 1,3 miliar, tapi penawaran sebesar Rp 1,1 miliar. Dana sebesar Rp 1,1 miliar ini digunakan untuk membangun panggung berikut astaka utama, dua buah stan bazar, serta sembilan astaka mini. Khusus panggung, kita buat permanen. Kalau astaka tidak, sifatnya bisa bongkar pasang," jelasnya.

Ia menyebutkan pengerjaan astaka MTQ itu dilaksanakan di bengkel karena bahan-bahan yang digunakan tidak berasal dari kayu, melainkan besi sehingga perlu dilas. Menurut dia, MTQ tingkat Provinsi Kepri yang terdiri dari tujuh kabupaten/kota ini ditargetkan dihadiri sekitar 10 ribu penonton.

"Pemprov Kepri juga bakal melibatkan masyarakat untuk membuka stand bazar selama perhelatan MTQ. Tujuannya buat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat," ucap Mahyudin.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA